WAHANANEWS.CO - Penyelidikan baru kembali menyeret nama besar dalam lingkaran diplomasi Norwegia setelah dua diplomat senior diduga memiliki keterkaitan dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Dua diplomat tersebut adalah Mona Juul dan suaminya, Terje Rød-Larsen, yang kini tengah diselidiki otoritas Norwegia terkait dugaan korupsi berat dan hubungan mereka dengan Epstein.
Baca Juga:
Bupati Karawang Wajibkan Gerakan Bersih Pagi di OPD, Kecamatan, hingga Sekolah
Unit kejahatan keuangan Norwegia, Okokrim, pada Senin (9/2/2026) mengumumkan bahwa Mona Juul telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai duta besar Norwegia untuk Yordania dan Irak pada pekan sebelumnya.
Okokrim menyatakan Juul kini menjadi subjek penyelidikan atas dugaan korupsi berat yang berkaitan dengan posisinya sebagai pejabat negara.
Sementara itu, suami Juul, Terje Rød-Larsen, mantan diplomat Norwegia sekaligus mantan presiden International Peace Institute (IPI), juga ikut diselidiki dalam perkara yang sama.
Baca Juga:
Gubernur Jawa Barat dan Bupati Karawang Usulkan Perbaikan Jalan Nasional Dilakukan dengan Rekonstruksi
“Kami telah membuka penyelidikan untuk memastikan apakah ada tindak pidana yang terjadi. Kami menghadapi penyelidikan yang menyeluruh dan, menurut semua laporan, bersifat jangka panjang,” ujar Kepala Okokrim Pai Lønseth, dikutip dari The Guardian, Senin (9/2/2026).
“Selain itu, Okokrim akan menelusuri apakah [Juul] menerima keuntungan terkait posisinya,” lanjut Pai Lønseth.
Berkas yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat menunjukkan Juul dan Rød-Larsen menerima warisan senilai US$10 juta atau sekitar Rp167 miliar dari Epstein yang ditujukan untuk kedua anak mereka.
Selain itu, Terje Rød-Larsen sempat ditunjuk sebagai eksekutor wasiat Epstein pada 2017, meski penunjukan tersebut kemudian dibatalkan.
Pasangan ini juga diduga pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein bersama anak-anak mereka pada 2011.
Dalam sebuah email, Rød-Larsen mengucapkan terima kasih kepada Epstein atas perjalanan tersebut dan menyebut pulau itu sebagai tempat yang “sangat unik.”
“Kami semua menyukainya!” tulis Rød-Larsen dalam email tersebut, sebelum menambahkan, “Mona mengirimkan ciuman.”
Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide, saat mengumumkan pengunduran diri Juul, menyatakan bahwa kontak Juul dengan Epstein menunjukkan “kesalahan penilaian yang serius.”
“Situasi ini membuat sulit untuk mengembalikan kepercayaan yang diperlukan oleh posisinya,” kata Espen Barth Eide.
Sementara itu, pengacara Juul, Thomas Skjelbred, mengatakan tuduhan serius telah diarahkan kepada kliennya.
“Pada saat yang sama, ia memandang positif tuduhan ini akan diselidiki sehingga keadaan yang sebenarnya dapat diklarifikasi. Klien saya tidak mengakui tuduhan yang dilayangkan kepadanya,” ujar Thomas Skjelbred.
Juul dan Rød-Larsen merupakan bagian dari kelompok kecil diplomat yang berperan penting dalam memfasilitasi Perjanjian Oslo pada periode 1993–1995.
Kasus ini menjadi sorotan luas di Norwegia karena muncul dalam berkas Epstein yang juga menyinggung hubungan Epstein dengan Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit serta sejumlah tokoh ternama lainnya.
Selain Juul dan Rød-Larsen, Okokrim juga membuka penyelidikan terhadap Thorbjørn Jagland, mantan Perdana Menteri Norwegia dari Partai Buruh, mantan Ketua Komite Nobel Norwegia, serta mantan Sekretaris Jenderal Dewan Eropa.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]