Data Autostat dan Kementerian Perindustrian serta Perdagangan Rusia menunjukkan penjualan mobil plug-in hybrid mencapai 24.600 unit sepanjang Januari-Mei 2026, melonjak 125% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, penjualan mobil listrik murni naik 19% menjadi 4.460 unit. Kepala Autostat Sergei Tselikov juga mencatat sebanyak 1.754 plug-in hybrid baru didaftarkan pada pekan lalu, hampir 50% di atas rata-rata mingguan tahun ini seiring memburuknya krisis bahan bakar.
Baca Juga:
2 Pabrik Komponen Otomotif Jepang di RI Mau Cabut, Ribuan Pekerja Terancam
Meski demikian, penggunaan kendaraan listrik di Rusia masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur pengisian daya, jarak antar kota yang sangat jauh, serta kondisi cuaca ekstrem. Layanan peta digital 2GIS mencatat jumlah stasiun pengisian daya memang meningkat 20% hingga Juli 2026, namun belum mampu mengimbangi kebutuhan pasar.
Salah satu pemilik kendaraan listrik, Vasiliy, mengaku tidak terdampak krisis bahan bakar karena dapat mengisi daya mobilnya di rumah.
"Terutama dalam situasi saat ini, saya sama sekali tidak mengalami masalah," ujarnya. Namun, ia menilai tren lonjakan permintaan kendaraan listrik kemungkinan tidak akan berlangsung lama karena pengisian daya di Moskow masih menjadi tantangan bagi banyak pengguna.
Baca Juga:
PLN Mobile Hadirkan Kemudahan Akses SPKLU bagi Pengguna Kendaraan Listrik
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.