WAHANANEWS.CO - Ketegangan kembali memanas di kawasan Atlantik Utara setelah sebuah pesawat patroli Rusia melakukan manuver yang dinilai berbahaya di dekat kapal induk andalan Inggris, HMS Prince of Wales, saat menjalankan operasi pertahanan udara NATO di perairan dekat Islandia.
Kementerian Pertahanan Inggris, Senin (06/07/2026), menyatakan pesawat patroli Rusia jenis Bear-F berulang kali mendekati kelompok kapal induk tersebut pada pekan lalu, terbang dengan jarak yang sangat dekat pada ketinggian rendah di sekitar HMS Prince of Wales serta menjatuhkan sejumlah perangkat sonar di area sekitarnya.
Baca Juga:
PKS Minta Kampanye LGBTQ Dilarang, Siap Kawal Implementasi Perpres 111/2025
Merespons manuver itu, dua jet tempur F-35 milik Inggris diterbangkan dari kapal induk untuk mencegat sekaligus mengawal pesawat patroli Rusia hingga meninggalkan wilayah tersebut.
"Aktivitas ini tidak aman dan tidak profesional," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris mengenai insiden yang terjadi pada Kamis (02/07/2026) di Laut Norwegia, kawasan yang termasuk wilayah Kutub Utara.
Insiden tersebut terjadi ketika Menteri Pertahanan Inggris, Dan Jarvis, bersama Menteri Luar Negeri Islandia, Thorgerdur Katrin Gunnarsdottir, mengunjungi HMS Prince of Wales pada akhir pekan.
Baca Juga:
Minions & Monsters Puncaki Box Office Meski Gagal Penuhi Target Studio
HMS Prince of Wales merupakan kapal induk utama Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang memimpin armada dalam misi memperkuat pertahanan Atlantik Utara menghadapi meningkatnya ancaman dari Rusia.
Dalam operasi tersebut, jet tempur F-35 untuk pertama kalinya menjalankan misi pertahanan udara NATO dari kapal induk Eropa di tengah meningkatnya ketegangan antara negara-negara anggota aliansi dengan Rusia.
Sejumlah pakar militer dan pemimpin Eropa menilai Rusia telah meningkatkan taktik perang hibrida di kawasan strategis tersebut dalam beberapa waktu terakhir.