WAHANANEWS.CO, Jakarta - Institut Hubungan Internasional Negara Bagian Moskow (MGIMO) membuka peluang besar bagi generasi muda di kawasan Asia Tenggara melalui tawaran beasiswa penuh.
Program ini diberi nama MGIMO International School Olympiad for Foreign Citizens atau Olimpiade Sekolah Internasional MGIMO untuk Warga Negara Asing, yang untuk pertama kalinya akan menyasar negara-negara ASEAN.
Baca Juga:
Kementerian Transmigrasi Siapkan SDM Unggul Memimpin Lewat Beasiswa Patriot
Kepala Tim Promosi Internasional Universitas MGIMO Kementerian Luar Negeri Rusia, Elizaveta Rudenko, menyampaikan bahwa program tersebut akan resmi dibuka bagi siswa dan mahasiswa dari kawasan ASEAN pada tahun depan.
Hal ini disampaikannya saat ditemui RRI di sela kegiatan “Hari MGIMO” yang digelar di Russian House, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.
“Tahun depan kami akan membuka proyek ini untuk siswa ASEAN. Olimpiade (program-red) ini memungkinkan siswa dari negara asing untuk mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah Rusia,” kata Elizaveta Rudenko.
Baca Juga:
Langkah Tegas Pemkab Nias Barat Hentikan Beasiswa Kedokteran untuk Cegah Kerugian Negara
Lebih lanjut Elizaveta menjelaskan, proses pendaftaran akan dimulai pada Agustus dan berakhir pada akhir Oktober 2026.
Pihak MGIMO, bersama Kedutaan Besar Federasi Rusia, akan aktif menyebarluaskan informasi terkait pendaftaran dan mekanisme seleksi program tersebut.
“Oleh karena itu, kami akan mengumumkan pembukaan pendaftaran dan seluruh sumber daya kami, serta sumber daya Kedutaan Besar Federasi Rusia,” ujarnya menambahkan.
Dalam proses seleksi, para peserta yang mendaftar melalui laman resmi MGIMO akan mengikuti dua tahap kompetisi.
Tahapan tersebut mencakup penguasaan bahasa asing serta pengetahuan umum yang relevan dengan studi hubungan internasional.
“Serta, tes interdisipliner yang terdiri dari pertanyaan-pertanyaan tentang sejarah dunia, geografi, dan beberapa pertanyaan dasar dalam hubungan internasional. Sebagai hasil dari memenangkan Olimpiade, siswa dapat memperoleh beasiswa,” ucap Elizaveta menjelaskan.
Secara khusus, Elizaveta juga mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak melewatkan kesempatan ini.
Ia berharap mahasiswa Indonesia dapat ambil bagian dalam program yang baru pertama kali diluncurkan untuk kawasan ASEAN tersebut.
“Kami sekarang membukanya untuk mahasiswa ASEAN untuk tahun ajaran berikutnya dan saya harap beberapa mahasiswa Indonesia akan berpartisipasi,” ucapnya.
Saat ini, tercatat sebanyak 11 mahasiswa Indonesia tengah menempuh pendidikan di Rusia melalui Program Magister ASEAN–Rusia.
Seluruh mahasiswa tersebut memperoleh beasiswa dari skema berbeda yang dikelola MGIMO.
Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menilai program beasiswa MGIMO memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
“Karena, ini semua tentang pendidikan, ini berarti meningkatkan kemampuan dan pengembangan kapasitas bagi generasi muda Indonesia. Saya percaya ini akan sangat penting bagi masyarakat Indonesia yang tertarik pada kebijakan luar negeri, dan mungkin ini akan membantu kita membangun generasi diplomat Indonesia yang baru,” ujar Dubes Sergei, yang juga merupakan alumni salah satu universitas di bawah naungan MGIMO.
Sebagai informasi, Institut Hubungan Internasional Negara Bagian Moskow (MGIMO) merupakan perguruan tinggi ternama di Rusia yang berada di bawah pengelolaan Kementerian Luar Negeri Rusia.
Institusi ini berdiri sejak 1944 dan awalnya didirikan untuk mencetak diplomat bagi Kementerian Luar Negeri Uni Soviet.
Hingga kini, MGIMO terus berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan hubungan internasional terkemuka di dunia, dengan menawarkan 48 program sarjana di 15 bidang studi serta 63 program magister di 18 bidang studi yang mencakup berbagai disiplin ilmu strategis.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]