WAHANANEWS.CO, Jakarta - Di tengah memanasnya hubungan Teheran dan Washington, Iran mengumumkan penguatan signifikan kekuatan militernya lewat penerimaan ribuan drone tempur.
Sebanyak 1.000 unit drone telah diterima dan didistribusikan ke berbagai cabang angkatan darat Iran, sebagaimana dilaporkan kantor berita semi-resmi Tasnim pada Kamis (29/1/2026).
Baca Juga:
Penunjukan Mojtaba Pemimpin Iran Bentuk Perlawanan Terbuka, Ini 5 Fakta Kekayaan-Gurita Bisnis
Pengumuman tersebut muncul bersamaan dengan meningkatnya ketegangan menyusul peringatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam serangan apabila Teheran menolak kesepakatan nuklir.
“Angkatan darat mempertahankan dan meningkatkan keunggulan strategisnya untuk pertempuran cepat dan memberikan respons yang menghancurkan terhadap setiap agresor,” kata Panglima Angkatan Darat Iran Amir Hatami.
Tasnim melaporkan, tambahan armada drone ini diharapkan meningkatkan kemampuan operasional keempat cabang angkatan darat Iran secara signifikan.
Baca Juga:
Perang Iran Bisa Panjang, Sejarah Romawi-Persia 600 Tahun Jadi Peringatan Dunia
Drone-drone tersebut dikembangkan oleh para spesialis angkatan darat Iran bekerja sama dengan kementerian pertahanan.
Pengembangan dilakukan dengan mempertimbangkan ancaman yang berkembang serta pelajaran dari perang 12 hari yang terjadi pada Juni 2025.
“UAV telah dirancang dalam kategori destruktif, ofensif, pengintaian, dan peperangan elektronik, dengan kemampuan menargetkan sasaran tetap maupun bergerak di wilayah darat, laut, dan udara,” demikian laporan tersebut.