Perang Urat Syaraf di Garis Depan
Di medan tempur darat, jalannya peperangan masih berlangsung sangat sengit dan melelahkan di sepanjang 1.200 kilometer garis depan akibat efektivitas drone Ukraina yang mampu meredam keunggulan jumlah personel militer Rusia.
Baca Juga:
Kyiv Kembali Diserang Drone usai Gencatan Senjata Rusia-Ukraina Berakhir
Konfrontasi bersenjata belakangan ini berpusat di kota Kostiantynivka, sebuah benteng pertahanan krusial di wilayah Donetsk, di mana Putin sempat mengklaim pasukannya telah menguasai kota tersebut pada hari Jumat (03/07/2026) namun langsung dibantah keras oleh pihak militer Kyiv.
Berdasarkan estimasi dari Center for Strategic & International Studies (CSIS), total korban jiwa, luka-luka, dan hilang dari kedua belah pihak sejak awal invasi telah menembus angka fantastis sekitar 2 juta tentara, dengan 1,4 juta di antaranya berasal dari kubu Rusia.
Guna mengejar target penguasaan penuh sisa wilayah Donetsk, beberapa analis militer barat memprediksi Putin pada akhirnya harus berani mengambil keputusan politik yang tidak populer secara domestik, yakni menerapkan wajib militer massal bagi para pria di Rusia.
Baca Juga:
Putin Tetapkan Gencatan Senjata 2 Hari, Ukraina Diingatkan Soal Serangan
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.