WahanaNews.co | Rusia meminta Kyrgyzstan dan Tajikistan mendinginkan tensi dan menghindari provokasi usai satu orang dinyatakan tewas akibat baku tembak di perbatasan pada Rabu (14/9/2022).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan negaranya terus memantau situasi di perbatasan Kyrgyzstan-Tajikistan.
Baca Juga:
Berhasil Listriki 90 Persen Negaranya dari Tenaga Air, ALPERKLINAS Apresiasi Rencana Kerja Sama Indonesia–Tajikistan Bangun PLTA di Kalimantan
"Mengingat perjanjian yang ada antara presiden Kyrgyzstan dan Tajikistan, kami meminta kedua pihak perlu mengambil langkah menormalisasi situasi melalui diplomatik dan politik," kata Zakharova.
Ia kemudian berujar, "[Kedua pihak] juga perlu sepakat mencegah provokasi dalam bentuk apapun."
Di waktu yang sama, Zakharova menegaskan Moskow siap membantu mengatasi masalah di perbatasan yang sudah berlangsung lama.
Baca Juga:
Negara Ini Penduduknya Mayoritas Islam, Tapi Larang Wanita Pakai Hijab
"Kami menyampaikan kesiapan kami untuk membantu semua pihak menemukan solusi jangka panjang yang bisa diterima bersama," ujar Zakharova lagi seperti dikutip TASS.
Lebih lanjut, Zakharova menegaskan Rusia punya pengalaman dalam mengatasi konflik perbatasan, terutama di antara negara tetangganya di Asia Tengah.
Baru-baru ini, Rusia juga mengklaim sukses menjadi juru damai Armenia dan Azerbaijan yang kembali bentrok di perbatasan hingga menewaskan hampir 100 orang tentara dari kedua negara.