WahanaNews.co | Kepala Badan Administrasi Layanan Umum AS, Emily
Murphy, mengatakan bahwa Presiden terpilih, Joe Biden, sudah bisa memulai proses transisi resmi dari pemerintahan
Presiden Donald Trump.
ass="MsoNormal" style="background:#FCFCFC">Pernyataan
itu disampaikan dalam bentuk surat sebagai langkah pertama yang diambil
pemerintah untuk mengakui kekalahan Presiden Donald Trump.
Baca Juga:
Amazon Ajukan Tawaran Beli TikTok, ByteDance Belum Menanggapi
Pengakuan
itu lebih dari dua minggu setelah Biden dinyatakan sebagai pemenang dalam Pemilihan Presiden
3 November lalu.
Murphy
mengatakan, dia tidak ditekan oleh pihak Gedung Putih untuk menunda transisi
formal dan tidak membuat keputusan "karena takut atau pilih kasih."
"Ketahuilah
bahwa saya mengambil keputusan secara independen, berdasarkan hukum dan fakta
yang ada," tulis Murphy.
Baca Juga:
Piala Asia U-17 2025 Segera Dimulai, Timnas Indonesia Siap Berjuang
Dia juga
mengatakan tidak pernah secara langsung atau tidak langsung ditekan oleh
pejabat cabang eksekutif, termasuk mereka yang bekerja di Gedung Putih atau
GSA.
"Untuk
lebih jelasnya, saya tidak menerima arahan untuk menunda tekad saya," katanya
seperti dikutip CNN, Selasa
(24/11/2020).
Surat
itu juga menandai sikap resmi Murphy atas kemenangan Biden sehingga
memungkinkan transisi dimulai secara resmi dan mengizinkan pejabat badan
administrasi saat ini untuk berkoordinasi dengan tim Biden.
Pemerintah
juga akan menyediakan dana untuk transisi tersebut.
Tim
Biden tidak menunggu proses transisi formal untuk memulai persiapan dan telah
mulai mengumumkan sejumlah menteri kabinetnya.
Sebelumnya,
Presiden terpilih AS Joe Biden menunjuk anggota kunci tim kebijakan luar
negerinya dan menjadikan asisten tepercaya Antony Blinken sebagai menteri luar
negeri untuk membangun kembali hubungan Washington di Eropa dan seluruh dunia.
Biden,
yang telah berjanji untuk membatalkan kebijakan "America First"
Presiden Republik Donald Trump, juga menunjuk Jake Sullivan sebagai penasihat
keamanan nasional dan Linda Thomas-Greenfield sebagai Duta Besar AS untuk PBB.
Keduanya memiliki banyak pengalaman di pemerintahan.
Thomas-Greenfield
sebelumnya memegang jabatan diplomatik senior di bawah Presiden Barack Obama,
sementara Sullivan adalah wakil asisten Obama dan penasihat kebijakan senior
untuk kampanye kandidat presiden Hillary Clinton.
Biden
juga memilih pengacara Alejandro Mayorkas untuk mengepalai Departemen Keamanan
Dalam Negeri dan mempercayakan imigran Kuba tersebut untuk membantu membalikkan
kebijakan imigrasi garis keras Trump. [qnt]