WAHANANEWS.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Senin melemah 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.105 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya di level Rp17.104 per dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi upaya blokade Selat Hormuz oleh AS.
Baca Juga:
Danrem 042/Gapu Gandeng Universitas Jambi, Perkuat Ketahanan Nasional dari Ruang Akademik
“Dipengaruhi upaya blokade AS menyusul kegagalan perundingan perdamaian antara AS dan Iran pada akhir pekan lalu,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz, yang membahayakan gagalnya gencatan senjata dua pekan antara AS dengan Iran.
Komando Pusat AS mengatakan pasukan AS akan mulai menerapkan blokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran mulai pukul 10 pagi ET pada hari Senin.
Baca Juga:
Polri Gerak Cepat, Konflik SAD dan Security PT SAL di Sarolangun Berhasil Dikendalikan
Blokade tersebut diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.
Sebaliknya, Garda Revolusi Iran mengatakan setiap kapal militer yang mencoba mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak dengan keras dan tegas.
Di sisi lain, Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai level 5,2 persen pada 2026, lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan pada tahun lalu yang sebesar 5,1 persen, tetapi lebih rendah dari target pemerintah (5,4 persen).