WAHANANEWS.CO, Jakarta - Panas atau dingin, kopi tetap jadi andalan banyak orang untuk menjaga fokus dan mood di tengah padatnya aktivitas harian.
Sebagian orang memilih kopi hangat di pagi hari untuk menenangkan pikiran, sementara lainnya lebih menyukai es kopi di siang hari demi sensasi segar yang menyegarkan suasana.
Baca Juga:
Ketua KADIN Anindya Bakrie, Soroti Koteka Bilang Wajar RI Punya Mimpi Besar Ini
“Kopi kadang memiliki rentang yang lebar terkait kandungan kafein di dalamnya,” terang One Medical provider Christine Beck, PA, Kamis (15/1/2025).
“Kekuatan kandungan kafein dari masing-masing kopi bisa tergantung dari bagaimana menyeduhnya serta berapa banyak kamu meminumnya,” sambungnya.
Perbedaan utama antara kopi panas dan kopi dingin terletak pada metode penyeduhan yang digunakan.
Baca Juga:
Ngopi Tiap Hari Bisa Bikin Kulit Wanita Jadi Glowing, Ini Penjelasan Ahli
Jika es kopi diseduh seperti kopi panas lalu diberi es batu, maka kandungan dan cita rasanya tetap sama dengan kopi panas, hanya saja akan terasa lebih encer ketika es mencair.
Namun, apabila es kopi dibuat dengan metode cold brew, kadar asamnya cenderung lebih rendah dan rasanya lebih lembut.
Kopi cold brew juga bersifat lebih terkonsentrasi sehingga biasanya perlu diencerkan terlebih dahulu sebelum diminum.
Pada kopi panas yang kemudian didinginkan, kandungan asam yang lebih tinggi dapat membuat minuman ini terasa lebih berdampak pada lambung.
Di sisi lain, kopi panas diketahui memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan kopi cold brew.
Lalu soal kafein, kadar zat stimulan ini sebenarnya tidak jauh berbeda antara kopi panas dan kopi dingin.
Perbedaan kafein lebih dipengaruhi oleh suhu air saat proses penyeduhan.
Semakin panas air yang digunakan, semakin banyak kafein yang terekstraksi dari bubuk kopi.
Artinya, kopi yang diseduh dengan air panas berpotensi mengandung kafein sedikit lebih tinggi.
Meski demikian, selisih kadar kafein antara kopi panas dan kopi dingin tidak terlalu signifikan.
Pada akhirnya, pilihan antara kopi panas atau dingin kembali pada selera, kebutuhan, dan kenyamanan masing-masing penikmat kopi.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]