WahanaNews.co | Rapper Ignatius Rosoinaya Penyami alias Igor Saykoji tengah melakukan diet ketat.
Diet yang dilakukan karena memiliki tubuh yang obesitas akibat pola perilaku sebagai emotional eater.
Baca Juga:
Bisakah Asam Urat Sembuh dengan Cara Alami?
Kata Igor Saykoji, diet yang ia lakukan tak lepas dari peran serta sang istri Tessy Penyami yang berhasil ‘menjebaknya’ agar ikut menjalani diet ketat.
Seiring berjalannya waktu, Igor pun akhirnya memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat.
Sebelumnya, Igor bahkan tak ingin lagi naik timbangan untuk mengetahui berat badannya. Dia seolah sudah putus harapan karena berat badannya saat itu mencapai 140 kilogram.
Baca Juga:
Makanan yang Mencegah Risiko Serangan Jantung: Ahli Gizi Beri Penjelasan
"Sebetulnya memang udah nggak mau (diet) karena memang kalau orang yang badannya udah obesitas tinggi, jujur aja deh kita banyak beban walaupun nggak kelihatan," kata Igor Saykoji saat ditemui di Tendean, Jakarta Selatan belum lama ini.
Igor menilai, orang berbadan gemuk tak melulu bahagia dalam menjalani kehidupannya.
"Keliatannya orang yang badannya gede itu happy-happy aja karena keliatannya ceria. Tapi memang banyak tekanan disitu," jelasnya.
"Waktu itu nggak pengen naik timbangan, tahu bahwa ini perlu dibenerin tapi nggak berani," ungkap Igor Saykoji.
Pelantun Online ini kemudian menceritakan awal dirinya memulai diet ketat. Saat itu, dia diajak sang istri untuk konsultasi ke dokter gizi guna mengetahui kesehatan fisiknya.
"Prosesnya dijebak istri ke dokter gizi. Sebetulnya yang rajin ke dokter gizi itu istri, setelah jalan sebulan, kemudian dijebak ke dokter gizi. Disuruh nemenin awalnya eh ternyata disana udah di daftarin," tutur Igor
"Sampai sana langsung dibongkar semuanya, kebiasaannya, berat badannya berapa, jadi akhirnya tahu. Yaudah karena udah kepalang basah terus disuruh ikutin program diet," kata dia.
Namun, Igor mengaku sempat takut menemui dokter gizi yang menanganinya itu. Dia khawatir sang dokter malah mengintrogasi terkait permasalahan hidup sehingga dirinya mengalami obesitas.
"Karena kalau ketemu dokter ya itu tadi nanti bakal dikupas semua permasalahan, kebiasaan, takut dituding-tuding," tuturnya.
Kini, Igor sendiri berhasil menurunkan berat badannya hingga 37 kilogram. Dia juga sudah menyadari pentingnya menjaga pola hidup sehat dengan rutin berolahraga hingga makan yang teratur.
"Dietnya juga sebetulnya nggak sulit-sulit banget, dokter gizi itu baik, mereka nanya 'suka makan apa?' Ya sebisa mungkin di cariin makanan yang cocok buat kita supaya kita bisa ngubah," kata Igor.
"Begitu udah mulai turun akhirnya yaudah kita mulai aja sekalian tambah olahraga. Nah itu tahun lalu bulan Oktober, beratnya sekitar 140 kilogram, sekarang beratnya 103 kilogram (turun 37 kilogram)," ucap Igor.
[Redaktur: Zahara Sitio]