Ia menjelaskan, varian yang beredar saat ini masih merupakan turunan dari Omicron dengan gejala relatif ringan.
Namun, rendahnya kesadaran masyarakat untuk beristirahat dan memeriksakan diri justru membuat penyembuhan berjalan lebih lama.
Baca Juga:
Musim Dingin Picu Lonjakan Penyakit Pernapasan di China, Rumah Sakit Kewalahan
“Dulu orang tahu kalau mengalami Covid dan langsung istirahat. Sekarang mereka tetap kerja meski sakit, akhirnya gejalanya lama,” ujar Prof Erlina.
Dalam kondisi seperti ini, ia mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan menerapkan langkah pencegahan sederhana.
“Kalau mengalami gejala mirip Covid, pakailah masker dan cuci tangan,” katanya.
Baca Juga:
Pembangunan Sport Center di Kabupaten Tapanuli Utara Menuai Perhatian Publik
Meski belum perlu dikeluarkan peringatan resmi, Prof Erlina menekankan pentingnya kewaspadaan dini.
“Kalau kita periksa, mungkin banyak yang positif Covid, tapi sulit dikatakan tanpa tes,” ujarnya.
Keluhan serupa ramai dibicarakan di media sosial, di mana banyak warganet mengaku mengalami gejala batuk, pilek, dan demam yang tak kunjung reda meskipun sudah minum obat dan beristirahat.