WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat pengawasan kualitas dan keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini telah menjangkau 55,1 juta penerima manfaat setiap harinya.
Kementerian Kesehatan menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh makanan yang disalurkan melalui program tersebut memenuhi standar higienitas dan layak konsumsi.
Baca Juga:
Menu Makan Gizi Gratis di Sukajaya Diganti Kering Selama Ramadan 1447 H
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Oktavianus, menyampaikan bahwa peran utama Kemenkes dalam program MBG adalah melakukan pengawasan terhadap keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kami dari Kementerian Kesehatan punya tugas adalah pengawasan,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Pengawasan tersebut dilaksanakan secara terpadu bersama dinas kesehatan di daerah.
Baca Juga:
Kemenpora Dukung Penguatan Isu Lingkungan Hidup untuk Wujudkan Asta Cita
Salah satu bentuk pengawasan dilakukan melalui proses sertifikasi laik higienis terhadap dapur-dapur SPPG yang memproduksi makanan bagi penerima manfaat.
“Maka keluarlah sertifikat untuk layak dimakan dan higienis,” kata Benny.
Berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan Kementerian Kesehatan, hingga saat ini sebanyak 4.535 SPPG telah dinyatakan lulus sertifikasi dan memenuhi standar kesehatan.
Sementara itu, dapur SPPG yang belum memenuhi kriteria diwajibkan melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas sebelum kembali melayani penerima manfaat program.
Wamenkes menilai capaian jumlah penerima manfaat MBG yang telah mencapai 55,1 juta orang per hari sebagai langkah yang sangat signifikan.
“Ini suatu hal yang luar biasa dari target 82 juta,” katanya.
Di sisi lain, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dalam program MBG, khususnya asupan protein hewani, Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan bahwa pemerintah tengah membangun 500 peternakan sapi di berbagai wilayah.
Pembangunan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan susu nasional, termasuk untuk mendukung pelaksanaan program MBG.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan kebutuhan susu dalam program MBG tergolong besar sehingga pemerintah melakukan percepatan pembangunan peternakan sapi.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat meninjau pelaksanaan program MBG di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).
“Susunya memang banyak, kan kebutuhannya banyak. Sekarang lagi dibangun, pemerintah kan sekarang lagi bangun 500 peternakan,” ujar Nanik.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]