WahanaNews.co, Jakarta - Selama ini, alat kontrasepsi masih lebih banyak difokuskan untuk wanita. Hal ini mendorong ilmuwan terus melakukan penelitian untuk menemukan metode kontrasepsi khusus pria.
Baru-baru ini, peneliti melakukan uji klinis terhadap kontrasepsi pria berbentuk gel yang dioleskan pada bahu untuk mengurangi jumlah sperma.
Baca Juga:
Salah Satu Solusi Masalah Sampah, MARTABAT Prabowo-Gibran Minta Pemerintah Daerah Tiru Pemkot Samarinda yang Tempatkan Insinerator di Semua Kecamatan
Hasil studi menunjukkan bahwa gel ini aman, efektif, dan bekerja lebih baik dibandingkan metode sejenis lainnya.
Menurut Sky News, studi tersebut menemukan bahwa gel ini dapat menurunkan jumlah sperma pria ke tingkat yang efektif untuk kontrasepsi dalam waktu rata-rata delapan minggu, lebih cepat dibandingkan sembilan hingga 15 minggu yang diperlukan oleh suntikan kontrasepsi pria.
Sebanyak 222 pria berpartisipasi dalam uji coba ini, dengan mengoleskan 5 ml atau sekitar satu sendok teh gel pada setiap bahu sekali sehari.
Baca Juga:
Punya Proyek Panas Bumi Terbaik di Dunia, ALPERKLINAS Desak Pemerintah dan PLN Maksimalkan PLTP untuk Dukung Energi Bersih
Produk ini menggabungkan dua hormon, yaitu testosteron dan hormon sintetis yang disebut Nestorone.
Meskipun testosteron saja dapat mengurangi jumlah sperma, penambahan Nestorone mempercepat waktu kerja dan memungkinkan pemberian testosteron dalam jumlah lebih sedikit, sehingga menjaga kadarnya agar tidak mempengaruhi gairah seks atau menyebabkan efek samping lainnya.
Produk ini, yang masih dalam tahap uji coba, merupakan yang paling canggih di antara berbagai pilihan alat kontrasepsi pria yang baru dikembangkan.