WAHANANEWS.CO, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah terus mendorong penguatan sistem digitalisasi data kesehatan masyarakat melalui platform Satu Sehat.
Platform tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menyatukan berbagai informasi kesehatan agar lebih mudah diakses, dikelola, dan dimanfaatkan dalam penyusunan kebijakan.
Baca Juga:
Peringatan Hari Ulang Tahun Deli Serdang ke-80 dan Berbagai Pencapaian Penghargaan
Budi menjelaskan, pengembangan Satu Sehat berawal dari aplikasi PeduliLindungi yang digunakan pemerintah saat pandemi COVID-19.
Pada masa tersebut, pemerintah membutuhkan sistem yang mampu menghimpun dan menyajikan data kesehatan masyarakat secara cepat dan akurat, terutama untuk mendukung penanganan pandemi.
“Pertama kali itu dipakai waktu zamannya Covid. Karena beliau benar-benar minta, ini gimana sih, Bud, datanya yang benar-benar paling mana? Akhirnya kita bikin aplikasi namanya PeduliLindungi,” kata Budi Gunadi saat memberikan konferensi pers di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selatan, Selasa, 11 Agustus 2026.
Baca Juga:
Besok Menkes Budi Naik Helikopter ke Nias Barat, Groundbreaking Pembangunan RS Tipe C
Seiring berjalannya waktu, data yang sebelumnya dihimpun melalui PeduliLindungi kemudian dikembangkan dan diperluas melalui platform Satu Sehat.
Budi mengatakan platform tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai jenis data kesehatan masyarakat dalam satu sistem digital.
Salah satu data yang telah berhasil didigitalisasi dan terintegrasi adalah data vaksinasi.
Menurut Budi, digitalisasi tersebut menjadi langkah penting untuk membangun basis data kesehatan yang lebih terstruktur dan dapat digunakan secara berkelanjutan, tidak hanya untuk kebutuhan penanganan pandemi.
“Data ini kemudian berubah jadi nama Satu Sehat, mengikuti nama yang Pak Luhut bikin, Satu Indonesia. Agar database-nya jadi satu dan sekarang semua data vaksinasi sudah didigitalisasi,” ujar Budi.
Selain data kesehatan masyarakat, pemerintah juga memperluas proses digitalisasi ke sektor administrasi dan perizinan tenaga medis.
Budi mengatakan Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) untuk mendigitalisasi proses perizinan tenaga medis, termasuk Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) dokter.
Digitalisasi perizinan tersebut diharapkan dapat membuat proses administrasi menjadi lebih terintegrasi dan efisien karena pengelolaan dokumen dilakukan secara elektronik.
“Tahap berikutnya, kita kerja sama dengan MenPANRB untuk mendigitalisasi seluruh perizinan yang namanya STR dan SIP dokter,” ucap Menkes.
Tak berhenti pada integrasi data kesehatan dan perizinan tenaga medis, Kementerian Kesehatan juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kerja sama tersebut ditujukan untuk menghubungkan data yang terdapat dalam Satu Sehat dengan data kependudukan.
“Nah, kali ini kita juga bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, dengan Pak Tito. Khususnya untuk mengintegrasikan data Satu Sehat dengan datanya,” ujar Budi.
Budi menilai integrasi tersebut penting karena selama ini masih terdapat perbedaan pencatatan antara sejumlah sumber data, termasuk data imunisasi, kelahiran ibu dan anak, serta data kependudukan.
Perbedaan tersebut dapat menyulitkan pemerintah ketika membutuhkan angka yang akurat sebagai dasar penyusunan program kesehatan.
Menurut dia, penyatuan berbagai basis data diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih tepat mengenai jumlah kelahiran.
Data yang lebih akurat nantinya dapat membantu pemerintah dalam menyusun dan mengevaluasi program kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan ibu dan anak.
“Karena dari dulu kita selalu kesulitan menghitung bayi yang lahir itu yang benar berapa. Jadi antara tim imunisasi sama tim kelahiran ibu dan anak, datanya beda-beda,” katanya.
Dengan penguatan integrasi tersebut, pemerintah berharap ekosistem data kesehatan nasional dapat menjadi semakin terpadu.
Data yang terhubung antara sektor kesehatan dan kependudukan juga diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data serta meningkatkan ketepatan sasaran berbagai program kesehatan masyarakat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]