Karena tidak ada jawaban, istri korban kemudian masuk ke rumah melalui jendela yang dicongkel.
Setelah berhasil masuk, keluarga menemukan ceceran darah di depan pintu kamar.
Baca Juga:
YBM PLN Bantu Pendidikan Santri Dhuafa di Purwakarta, Dukung Semangat Menuntut Ilmu
Pintu kamar kemudian dibuka dan korban ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kondisi bersimbah darah.
Temuan tersebut langsung membuat keluarga meminta polisi mengusut kasus kematian Yogi Saleh secara terbuka dan menyeluruh.
Perwakilan keluarga korban, Eka Yusuf, mengaku melihat sejumlah kejanggalan pada kondisi tubuh korban.
Baca Juga:
Women Support Women, Srikandi PLN dan YBM PLN Tebar Kepedulian untuk Perempuan Tangguh
"Saya melihat ada kejanggalan. Banyak luka di tubuh kakak saya, di leher dan bagian lainnya. Kalau takdir saya terima, tapi kalau memang ada tindakan pidana, keluarga meminta keadilan dan meminta polisi mengungkap kasus ini seterang-terangnya," kata Eka.
Keluarga korban hingga kini masih menunggu hasil autopsi resmi dari tim forensik.
Menurut keluarga, hasil autopsi sangat penting untuk memastikan penyebab kematian korban secara ilmiah dan tidak menimbulkan spekulasi liar.