WahanaNews.co | Pratu J (27) terancam hukuman kurungan penjara selama 10 tahun dan dipecat dari kesatuan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Pratu J, jadi tersangka kasus penusukan seorang pria, pengamen keliling hingga tewas di Senen Jakarta Pusatm, Jalan Kramat Raya.
Baca Juga:
Kasus Penembakan Bos Rental: Permohonan Restitusi Ditolak, Ini Alasan Hakim
Komandan Polisi Militer Kodam Jaya (Danpomdam Jaya) Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar mengatakan, yang bersangkutan yakni Pratu J terbukti melakukan penganiayaan dengan disertai senjata tajam hingga menewaskan seorang warga dari persoalan percekcokan sepele.
"Ancamannya seperti orang sipil, penganiayaan mengakibatkan orang meninggal dunia, ancamannya 10 tahun," ujar Irsyad dalam keterangannya kepada awak media, dikutip dari VIVA, Minggu (11/6/2023).
Irsyad mengatakan, pihak TNI hingga kini juga masih melakukan pengkajian terhadap tersangka Pratu J yang kemungkinan besar akan dikeluarkan atau dipecat secara tidak hormat dari kesatuan TNI.
Baca Juga:
Dua Oknum TNI AL dalam Pembunuhan Bos Rental Mobil Divonis Seumur Hidup
"Besar kemungkinan dipecat karena ancaman hukumannya tinggi," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya kasus penusukan terhadap seorang pria berprofesi pengamen dengan inisial D dilakukan Pratu J di trotoar Jalan Kramat Raya terjadi pada Kamis 8 Juni 2023 dini hari, keributan tersebut membuat korban terkapar bersimbah darah dan meninggal di lokasi kejadian dengan luka tusukan pisau di bagian dadanya.
Hasil penyelidkan polisi juga diketahui keributan terjadi saat Pratu J datang ke Kota Tua Jakarta bersama teman-temannya untuk pesta minuman keras. Mereka kemudian bertemu dengan korban D setelah pelaku dalam keadaan mabuk.
Pelaku dan teman temannya kemudian menyewa sound system yang dibawa D, namun setelah selesai di sewa, pelaku tidak membayar, korban pun penagih uang sewa sound system tersebut.
Berangkat dari situ, pelaku Pratu J berdalih akan pergi mengambil uang di ATM, untuk bisa membayar uang sewa, korban pun mengikuti rombongan pelaku dari belakang, namun dalam perjalanan, korban menyalip pelaku yang tak kunjung mampir ke ATM, cekcok antara korban dan pelaku pun tidak terhindarkan dan berujung dengan terjadinya penusukan.
Korban pun terkapar di pinggir trotoar dengan luka tusuk di dadanya, sementara, pelaku kabur dengan sepeda motornya usai melakukan penyerangan tersebut.
"Dia tentara sendiri. Tapi bersama teman-temannya ada kurang lebih tiga orang temannya,” ujarnya.
[Redaktur: Alpredo]