WAHANANEWS.CO, Jakarta - Cuaca ekstrem berupa angin puting beliung menerjang Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Minggu (1/3/2026) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 WITA itu melanda dua desa di Kecamatan Binuang, yakni Desa Pualam Sari dan Desa Mekar Sari, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Baca Juga:
Angin Kencang Rusak 11 Rumah di Blitar, Satu Fasilitas Pendidikan Terdampak
Berdasarkan data sementara, sebanyak 51 kepala keluarga (KK) terdampak akibat kejadian tersebut.
Meski tidak ada laporan korban jiwa, angin kencang mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan.
Selain rumah warga, satu unit fasilitas ibadah, satu unit fasilitas kesehatan, serta satu unit fasilitas umum turut mengalami dampak akibat terjangan angin.
Baca Juga:
264 Huntara Rampung di Seunuddon, Pemulihan Ekonomi Masuk Tahap Berikutnya
Sementara itu, banjir yang sebelumnya melanda Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (28/2/2026), dilaporkan telah surut pada Minggu (1/3/2026).
Kondisi banjir yang merendam jalan dan rumah warga di wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (28/2/2026). [Sumber foto: BPBD Provinsi Jawa Timur]
Banjir dipicu oleh hujan berintensitas lebat yang menyebabkan peningkatan debit air secara signifikan.
Dua desa di Kecamatan Pakis menjadi wilayah terdampak, yaitu Desa Saptorenggo dan Desa Mangliawan.
Sebanyak 61 kepala keluarga beserta rumah mereka terdampak genangan air. Meski air telah surut, warga masih melakukan pembersihan rumah dan lingkungan sekitar dari sisa lumpur serta material yang terbawa arus banjir.
Berdasarkan hasil analisis aplikasi inaRISK, Kabupaten Tapin memiliki potensi bahaya cuaca ekstrem pada tingkat sedang hingga tinggi, dengan 12 kecamatan masuk dalam kategori tersebut.
Kondisi banjir yang merendam jalan dan rumah warga di wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (28/2/2026). [Sumber foto: BPBD Provinsi Jawa Timur]
Adapun Kabupaten Malang tercatat memiliki 31 kecamatan dengan potensi bahaya banjir tingkat sedang hingga tinggi. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kesiapsiagaan di wilayah-wilayah rawan.
Prakiraan cuaca hingga Senin (3/3/2026) menunjukkan wilayah Kalimantan Selatan dan Jawa Timur masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Situasi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi apabila tidak diantisipasi secara optimal.
Menindaklanjuti potensi bahaya tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada serta meningkatkan kesiapsiagaan.
Kondisi banjir yang merendam jalan dan rumah warga di wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (28/2/2026). [Sumber foto: BPBD Provinsi Jawa Timur]
Upaya pencegahan dan mitigasi dinilai penting untuk meminimalkan risiko kerugian akibat bencana.
Dalam menghadapi potensi angin kencang dan hujan lebat, masyarakat diimbau memangkas ranting-ranting pohon di sekitar rumah serta memastikan struktur atap dalam kondisi kokoh.
Selain itu, pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan bergotong royong membersihkan saluran air agar mampu menampung debit air hujan secara optimal.
Langkah sederhana namun konsisten ini diharapkan dapat mengurangi dampak bencana di tengah kondisi cuaca yang masih dinamis.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]