WAHANANEWS.CO, Jakarta - Bencana banjir melanda Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu dini hari, 7 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 WIT.
Curah hujan yang terjadi secara terus-menerus dalam durasi cukup panjang menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga, serta mengakibatkan terputusnya akses jalan di sejumlah titik.
Baca Juga:
Mendagri: Dampak Banjir Bandang di Sumatra 22 Desa Hilang
Akibat kejadian ini, aktivitas masyarakat lumpuh dan berdampak besar terhadap kehidupan sosial maupun perekonomian warga.
Sejumlah rumah terendam, fasilitas umum terdampak, dan mobilitas warga terganggu karena genangan air dan kerusakan infrastruktur.
Banjir dilaporkan merendam lima kecamatan dengan total sembilan desa terdampak. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Ibu, yakni Desa Gamlamo, Tongute Ternate, Tongute Ternate Asal, dan Gamici; Kecamatan Sahu Timur di Desa Gamoneng; Kecamatan Tabaru meliputi Desa Duomo dan Goin; Kecamatan Ibu Selatan di Desa Talaga; serta Kecamatan Loloda di Desa Soasio.
Baca Juga:
Satgas PKH Mulai Usut Kasus Pidana Banjir Aceh Sumut Sumbar Pada Januari 2026
Dari peristiwa ini, dilaporkan dua warga meninggal dunia di Desa Soasio, Kecamatan Loloda.
Selain korban jiwa, dampak banjir juga dirasakan oleh ratusan keluarga. Tercatat sebanyak 726 kepala keluarga atau sekitar 3.444 jiwa terdampak langsung.
Dari jumlah tersebut, kurang lebih 1.500 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Saat ini, para pengungsi sementara menempati rumah warga yang tidak terdampak, gedung sekolah, serta balai desa setempat.