Kerugian materiil akibat bencana ini tergolong cukup besar. Data sementara mencatat sebanyak 726 unit rumah terdampak banjir, dengan rincian 34 unit mengalami kerusakan berat, tiga unit rusak sedang, dan 286 unit rusak ringan.
Selain rumah warga, satu unit ruko juga dilaporkan mengalami kerusakan berat. Kondisi ini menambah beban masyarakat yang harus kehilangan tempat tinggal maupun harta benda akibat bencana alam tersebut.
Baca Juga:
Mendagri: Dampak Banjir Bandang di Sumatra 22 Desa Hilang
Banjir merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, meliputi Kecamatan Ibu, Sahu Timur, Tabaru, Ibu Selatan, dan Loloda, Rabu (7/1/2026). [Sumber: BPBD Halmahera Barat].
Dalam upaya penanganan darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan asesmen di wilayah terdampak.
Proses evakuasi warga masih berlangsung, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan.
Baca Juga:
Satgas PKH Mulai Usut Kasus Pidana Banjir Aceh Sumut Sumbar Pada Januari 2026
Sebagai langkah awal pemenuhan kebutuhan dasar, BPBD telah menyalurkan bantuan logistik berupa satu ton beras serta 500 dus mi instan kepada warga terdampak banjir.
Sejumlah kebutuhan mendesak saat ini masih diperlukan di lokasi bencana, di antaranya tenda pengungsian, terpal, matras atau alas tidur, makanan siap saji, sembako, perlengkapan bayi, selimut, family kit, serta alat kebersihan.
Penanganan bencana melibatkan berbagai unsur lintas sektor, seperti BPBD, TNI, Polri, Dinas Sosial, Dinas Kominfo, PLN, dan Basarnas, yang bersinergi dalam proses tanggap darurat dan pemulihan awal pascabencana.