WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga terdampak banjir di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, telah selesai disalurkan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada 74 kepala keluarga (KK) yang sebelumnya diusulkan oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe.
Baca Juga:
BNPB Catat Rangkaian Bencana di Sejumlah Daerah, Longsor dan Banjir Dominasi Kejadian
Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Desa Ujong Pacu, Kota Lhokseumawe, pada Jumat (30/1/2026).
dth:90%;">
Penyerahan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada 74 KK terdampak banjir di Lhokseumawe. Penyerahan di lakukan di Kantor Desa Ujong Paju, Kota Lhokseumawe Pada Jumat (30/1/2026).
Program DTH ini ditujukan bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat banjir yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.
Baca Juga:
Pasca Banjir Bandang Bener Meriah, BNPB Tekankan Relokasi dan Prinsip Build Back Better
Dana Tunggu Hunian merupakan salah satu skema bantuan pemerintah sebagai pengganti hunian sementara.
Bantuan ini diberikan selama tiga bulan dan dapat dimanfaatkan oleh warga untuk menyewa tempat tinggal sementara, sekaligus memenuhi kebutuhan dasar, sembari menunggu proses pembangunan hunian tetap oleh pemerintah.
Berdasarkan data by name by address (BNBA) yang diajukan Pemerintah Kota Lhokseumawe kepada BNPB, seluruh 74 KK terdampak telah menerima bantuan tersebut.
Penyaluran dana dilakukan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan besaran Rp600.000 per KK per bulan.
Program Dana Tunggu Hunian merupakan amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Penyerahan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada 74 KK terdampak banjir di Lhokseumawe. Penyerahan di lakukan di Kantor Desa Ujong Paju, Kota Lhokseumawe Pada Jumat (30/1/2026).
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam penanganan korban dan pengungsi bencana, khususnya untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk ketersediaan tempat tinggal yang layak.
Dengan telah disalurkannya DTH, masyarakat terdampak diharapkan dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal untuk mencukupi kebutuhan hunian sementara hingga proses relokasi dan pembangunan hunian tetap selesai dilaksanakan oleh pemerintah.
Sementara itu, Kepala Desa Ujong Pacu menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pemerintah melalui BNPB atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan.
Ia berharap, perhatian dan pendampingan yang berkelanjutan ini dapat membantu masyarakat terdampak bencana di Kota Lhokseumawe, khususnya Desa Ujong Pacu, untuk kembali pulih dan berangsur membaik.
Progress Pembangunan Huntara di Lhokseumawe
Selain menyalurkan Dana Tunggu Hunian, BNPB juga menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi warga Lhokseumawe yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
Pekerja sedang melakukan pemasangan listrik pembangunan hunian sementara di Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara, Kota Lhokseumawe. Hingga Jumat (30/1/2026) progress pekerjaan mencapai 80%.
Saat ini, sebanyak 67 unit huntara masih dalam tahap pembangunan dengan progres pengerjaan mencapai 80 persen.
Huntara tersebut dibangun di empat lokasi, yakni 55 unit di Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, 10 unit di Desa Jambo Timur, Kecamatan Blang Mangat, serta masing-masing 1 unit di Desa Ulee Jalan dan Desa Uteunkot.
Progress pembangunan hunian sementara di Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara, Kota Lhokseumawe. Hingga Jumat (30/1/2026) progress pekerjaan mencapai 80%.
Setiap unit huntara dilengkapi dengan ruang tidur, kamar mandi, sambungan listrik, serta berbagai perlengkapan penunjang aktivitas sehari-hari.
Pemerintah menargetkan pembangunan huntara rampung pada 5 Februari, dan mulai dapat dihuni pada 7 Februari.
Percepatan pembangunan terus dilakukan agar masyarakat terdampak dapat menjalani ibadah puasa Ramadhan di lingkungan yang lebih aman, layak, dan nyaman.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]