WAHANANEWS.CO, Jakarta - Warga hunian sementara (huntara) di Desa Ulee Rubek Utara mulai menata kembali harapan mereka setelah terdampak bencana yang terjadi pada akhir November 2025.
Meski masih berada dalam masa transisi, semangat untuk bangkit dan memulai kembali kehidupan terus tumbuh, terutama bagi warga yang sebelumnya memiliki usaha mandiri sebagai sumber penghidupan keluarga.
Baca Juga:
Cuaca Ekstrem Picu Bencana di Aceh hingga Kalimantan Utara
Salah seorang warga terdampak dari Desa Ulee Rubek Timur, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, menyampaikan harapannya agar pemerintah turut membantu pemulihan ekonomi masyarakat.
Selain kebutuhan tempat tinggal, mereka juga memerlukan dukungan untuk menghidupkan kembali usaha yang sempat terhenti akibat bencana.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto menjelaskan bahwa dukungan pemerintah diberikan secara bertahap, menyesuaikan dengan fase penanganan bencana yang sedang berjalan.
Baca Juga:
BNPB Salurkan Bantuan untuk Penghuni Huntara Korban Banjir dan Longsor di Aceh Timur
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M saat menyapa warga Huntara Desa Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, pada Jumat (27/2/2026).
Pada tahap awal ini, pemerintah masih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas, seperti penyediaan hunian dan perlindungan bagi warga terdampak.
BNPB berharap seluruh warga yang masih berada di tenda pengungsian dapat segera menempati huntara, baik yang dibangun secara mandiri maupun terpusat.