WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kesadaran akan pentingnya efisiensi kini semakin menguat, tidak hanya demi menjaga ketersediaan energi, tetapi juga untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Langkah penghematan sebenarnya dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Contohnya, mematikan lampu saat sudah tidak digunakan.
Baca Juga:
Sekda Sumedang Terapkan WFH Mulai Jumat Ini, Fokus pada Efisiensi Energi
Kebiasaan kecil ini diyakini mampu memberikan dampak signifikan apabila dilakukan secara konsisten dan bersama-sama.
Pemerintah pun terus menggalakkan budaya hemat energi agar menjadi bagian dari rutinitas, baik di lingkungan kerja maupun di rumah tangga.
Imbauan tersebut turut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Baca Juga:
Efisiensi Energi Jadi Sorotan dalam Apel Gabungan ASN PPS Sumedang
Ia mengajak seluruh pegawai di Kementerian ESDM serta masyarakat luas untuk lebih bijak dalam memanfaatkan energi.
Salah satu upaya yang didorong adalah beralih ke kendaraan listrik, yang dinilai lebih efisien sekaligus ramah lingkungan.
Pesan tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial Kementerian ESDM.
Dalam kesehariannya, Bahlil dikenal dekat dengan pegawai dan kerap menyampaikan imbauan secara langsung, termasuk soal penghematan listrik di kantor.
"Kalian kapan pulang? Pulang jam berapa? Kalau sudah tidak ada tamu dan mau pulang, jangan lupa matikan lampu," ujar Bahlil.
Selain itu, ia juga mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai solusi hemat energi.
"Sekarang pakai mobil listrik ya, biar hemat energi dan tidak perlu antre di SPBU," tambahnya.
Di sisi lain, pemerintah juga memperkenalkan pola kerja yang lebih fleksibel melalui kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). K
ebijakan ini bertujuan untuk mengurangi mobilitas harian, sehingga konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dapat ditekan dan efisiensi energi semakin meningkat.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya percepatan transisi menuju energi bersih serta pengurangan ketergantungan pada energi fosil, termasuk di lingkungan instansi pemerintah.
Meski demikian, sektor energi menjadi salah satu bidang yang tidak menerapkan kebijakan WFH.
Hal ini karena perannya yang sangat vital dalam menjaga pasokan dan layanan energi tetap berjalan optimal, sehingga kehadiran petugas di lapangan maupun fasilitas operasional tetap dibutuhkan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]