WAHANANEWS.CO, Jakarta - Prediksi para analis mulai terbukti. Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur tampaknya lebih menarik sebagai destinasi wisata ketimbang sekadar pusat pemerintahan. Perlahan tapi pasti, warisan Jokowi ini menjelma menjadi magnet baru bagi wisatawan.
Pada hari kedua Lebaran yang jatuh pada Selasa (1/4/2025), Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di IKN dipadati hingga 8.000 pengunjung.
Baca Juga:
Serobot Lahan di Dekat IKN, 4 Warga Sepaku Diseret ke Pengadilan
Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa daya tarik IKN semakin kuat, bukan hanya sebagai simbol pembangunan nasional, tetapi juga sebagai tempat yang wajib dikunjungi.
Seolah sadar akan membeludaknya wisatawan yang datang ke IKN saat libur lebaran 2025, pihak otoritas (OIKN) sudah melakukan sejumlah langkah antisipasi.
Mulai penambahan jam kunjungan, armada bus, pengaturan alur kunjungan, dan sistem parkir.
Baca Juga:
IKN Dapat Suntikan Dana Jumbo, AIIB Siap Kucurkan Rp16,4 Triliun
Deputi Pengendalian Pembangunan OIKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi mengatakan, OIKN tengah melakukan simulasi pengaturan akses masuk dan keluar.
Khususnya mengatur area parkir, mengingat jumlah pengunjung yang meroket hingga nyaris 10.000 orang.
"Untuk mengoptimalkan area parkir, kami mencari lokasi alternatif seperti area depan Bank Indonesia, arah menuju hunian ASN, dan sekitar Rumah Sakit Hermina. Hal ini dilakukan agar pembangunan dan perawatan jalan di sumbu timur tidak terganggu," tutur Thomas, dikutip Rabu (2/4/2025).
Saat ini, area parkir di Rest Area Nusantara sangat terbatas, sehingga Otorita IKN mengeksplorasi berbagai opsi lokasi parkir alternatif.
Misalnya, di beberapa titik strategis seperti area depan Bank Indonesia, arah menuju hunian ASN, hingga sekitar Rumah Sakit Hermina.
"Ini adalah beberapa titik yang tengah kami diskusikan untuk mengakomodasi kebutuhan parkir tanpa mengganggu perawatan jalan di Sumbu Timur yang sedang berlangsung," tambah Thomas.
Otorita IKN juga menerapkan langkah-langkah mitigasi untuk menghindari kepadatan berlebih dengan mengatur sistem keluar-masuk yang lebih efisien.
Di antaranya dengan menyediakan pos pelayanan kesehatan dan fasilitas pendukung lainnya seperti RS Hermina, RS Mayapada, hotel, kafe, dan restoran.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik Troy Pantouw berharap para pengunjung dapat menceritakan pengalaman mereka berkunjung ke IKN kepada orang lain.
"Pengunjung yang datang dari berbagai daerah kami harapkan akan menceritakan kepada sanak saudara dan komunitasnya bagaimana IKN ini dibangun oleh putra-putri bangsa dan sebagai tonggak baru loncatan peradaban bangsa Indonesia. Terima kasih atas antusias masyarakat untuk hadir menjadi saksi sejarah berdirinya IKN," kata Troy.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]