WahanaNews.co | Beberapa waktu lalu, kapal penelitian China kepergok berlayar di
wilayah perairan Indonesia, tepatnya di Selat Sunda.
Kapal
penelitian China ini berhasil diidentifikasi oleh Badan Keamanan Laut Indonesia
(Bakamla) dalam keadaan sistem pelacakan atau Sistem Identifikasi
Otomatis (AIS) kapal tak menyala.
Baca Juga:
Presiden RI Prabowo Subianto Resmikan 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan, Termasuk SPPG MBG Polres Langkat 1 Salapian
Terkait
fenomena masuknya kapal China ke wilayah perairan teritorial Indonesia ini,
Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, angkat bicara.
Menurut La Nyalla, sudah selayaknya masalah penyusupan ini menjadi
perhatian lebih bagi Kementerian Pertahanan yang kini
berada di bawah pimpinan Prabowo Subianto.
Pasalnya, La Nyalla menganggap jika masuknya kapal asing ke kawasan Laut
Indonesia ini sudah jadi peringatan bagi negara dalam menghadapi ancaman dari
luar.
Baca Juga:
APBN Ambil Alih Utang Whoosh, Negara Siapkan Rp1,2 T Per Tahun
La Nyalla menegaskan, hal
tersebut amat penting untuk diperhatikan, lantaran berkaitan dengan kedaulatan Indonesia.
"Masuknya
kapal survei China ke Perairan Indonesia di Selat Sunda harus menjadi concern (perhatian) Kementerian Pertahanan. Masuknya kapal tersebut tanpa terdeteksi adalahwarning(peringatan)
bagi pertahanan kita," kata La Nyalla, dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (16/1/2021).
"Sekali lagi kita mengingatkan kepada Kementerian Pertahanan karena ini sangat
penting untuk diperhatikan karena menyangkut teritori dan kedaulatan
negara," tutur La Nyalla, sebagaimana
dikutip dari laman resmi DPD pada Minggu (17/1/2021).