Sebab, dengan hilirisasi, membawa dampak luas bagi peningkatan investasi dan penyerapan tenaga kerja.
“Jadi, kami mendukung kebijakan Bapak Presiden Joko Widodo untuk tidak lagi eskpor bahan mentah, tetapi memproduksi barang jadi. Contohnya larangkan ekspor biji nikel, CPO dan bahan baku lainnya, yang diharapkan dapat mendirikan industri di dalam negeri untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” papar Basri.
Baca Juga:
Pelestarian Kain Tenun, Disdikbud Sultra Gelar Job Fair di Kendari
Selanjutnya, Korni berharap generasi muda bangsa Indonesia banyak yang berminat menjadi produsen atau wirausaha industri.
“Jadi, tidak hanya menjadi konsumen di negaranya sendiri dan keadilan sosial harus diwujudkan sesuai dengan hakekat dari keadilan itu sendiri,” imbuhnya.
Korni pun sependapat yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, di era digital saat ini, pemuda mempunyai peran sentral dalam membangun ekonomi.
Baca Juga:
Pemkot Surabaya Beri Penghargaan untuk 36 Pemuda Berprestasi di Hari Sumpah Pemuda
“Para pemuda diharapkan dapat terus menemukan cara-cara baru atau inovatif. Sebab, pemuda adalah pemimpin-pemimpin perubahan dan pemimpin di era digital,” tutur Basri.
Korni optimistis, tumbuhnya startup yang sukses menjadi pemain global mengalahkan pemain lama merupakan bukti kekuatan pemuda. Artinya, pemuda perlu menguasai teknologi, bukan dikuasai teknologi.
“Pemuda juga harus berani mengambil inisiatif, mau terus belajar kepada siapa saja, tentang apa saja, dan yang terlebih penting lagi berkontribusi untuk kemajuan Indonesia. Ini yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin masa depan,” tegas Basri.