WAHANANEWS.CO, Jakarta - Mundurnya Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Iman Rachman dinilai sebagai sinyal tanggung jawab di tengah guncangan pasar, setelah Indeks Harga Saham Gabungan anjlok tajam hingga memicu penghentian sementara perdagangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pengunduran diri tersebut sebagai langkah positif menyusul tekanan berat di pasar modal selama dua hari berturut-turut.
Baca Juga:
OJK Ditinggal Empat Pejabat Sekaligus, Wakil Ketua Dewan Komisioner Mundur
“Saya pikir sih positif sebagai bentuk tanggung jawab dia terhadap masalah yang timbul di bursa kemarin,” ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Ia merujuk pada anjloknya IHSG yang memaksa Bursa Efek Indonesia melakukan trading halt pada Rabu (28/1/2026) dan Kamis (29/1/2026).
Purbaya mengungkapkan salah satu pemicu tekanan pasar adalah lambannya respons BEI terhadap masukan dari Morgan Stanley Capital International terkait perbaikan struktur pasar modal Indonesia.
Baca Juga:
Menkeu Purbaya: IHSG Akan 'To The Moon' hingga 32.000 dalam 10 Tahun
“Dia kan tidak mem-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI,” ucap Purbaya.
Ia menilai kelalaian tersebut berdampak serius karena laporan MSCI memberi sentimen negatif yang memicu aksi jual investor secara masif.
“Itu kesalahan dia yang fatal di situ sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin,” tuturnya.
Menurut Purbaya, situasi tersebut berpotensi membentuk persepsi bahwa ekonomi Indonesia tidak stabil di mata investor global.
Ia menegaskan kondisi fundamental ekonomi nasional sejatinya masih kuat dan stabil.
“Dianggapnya ekonominya tidak stabil,” kata Purbaya.
Ia menambahkan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, tengah melakukan pembenahan menyeluruh di sisi fiskal melalui reformasi bea cukai dan perpajakan.
“Padahal kan saya perbaiki ekonomi dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Purbaya berharap keputusan Iman Rachman untuk mundur justru menjadi sentimen positif yang memulihkan kepercayaan investor terhadap Indonesia.
“Artinya investor di pasar modal maupun di real sector lihat bahwa kita meng-handle masalah dengan cepat dan sungguh-sungguh,” katanya.
Ia optimistis langkah tersebut akan mendorong keyakinan investor untuk kembali menanamkan modal di pasar keuangan dan sektor riil.
“Jadi yang tadinya ragu-ragu mustinya akan lebih yakin bahwa arah ke depan adalah lebih baik,” tutur Purbaya.
Ia menyebut investasi di pasar modal, sektor riil, hingga penanaman modal asing langsung diharapkan kembali meningkat.
Sebelumnya, Iman Rachman secara resmi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia.
Langkah itu diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan profesional atas dinamika dan tekanan yang terjadi di pasar modal dalam dua hari terakhir.
“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman, Jumat (30/1/2026).
Ia berharap keputusan tersebut dapat membawa perbaikan bagi iklim pasar modal nasional.
“Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal, semoga dengan pengunduran saya ini pasar modal kita jadi lebih baik,” tambahnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]