WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketika gelap masih menjadi bayang trauma pascabencana, listrik justru menyala lebih dulu di hunian sementara korban banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang, menandai percepatan kehadiran negara melalui PT PLN (Persero) dan Program Danantara.
PT PLN (Persero) telah merampungkan infrastruktur layanan listrik untuk 600 unit Hunian Sementara atau Huntara Program Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, sehingga warga terdampak banjir bandang dan longsor dapat langsung menempati hunian tersebut dengan akses penerangan sejak hari pertama.
Baca Juga:
Kerusakan Terparah Sepanjang Sejarah di Aceh, PLN Pulihkan 442 Titik Kelistrikan
Sebanyak 60 personel khusus ditugaskan PLN di lokasi Huntara Aceh Tamiang untuk memastikan proses penyambungan dan pengoperasian listrik berjalan andal serta responsif terhadap kebutuhan warga.
“Terima kasih saya ucapkan kepada tim PLN yang bertindak cepat dan bersinergi, sehingga warga dapat menikmati penerangan di hunian sementara mereka,” kata Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Sabtu (10/1/2026).
Apresiasi juga disampaikan Danantara Indonesia selaku pengampu program, yang menilai kehadiran listrik di setiap unit Huntara sebagai bukti nyata negara hadir di tengah masyarakat terdampak bencana.
Baca Juga:
Optimalisasi Energi untuk Daur Ulang Sampah Jakarta, MARTABAT Prabowo–Gibran: Memperkuat Daya Saing Aglomerasi Jabodetabekjur
“PLN bekerja siang malam untuk instalasi baru ini, jaringan listrik berhasil terpasang kurang dari dua minggu,” ujar Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia Rohan Hafas.
Penyambungan listrik Huntara Aceh Tamiang merupakan mandat pemerintah yang dijalankan PLN melalui Program Danantara, ditegaskan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.
“PLN menyiapkan sistem kelistrikan dan menugaskan personel khusus agar layanan listrik di Huntara beroperasi andal sejak awal,” ujar Darmawan.