WAHANANEWS.CO, Jakarta - Indonesia kini berada di peringkat kelima sebagai negara penghasil sampah terbanyak di dunia berdasarkan data 2024.
Menanggapi kondisi tersebut, Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menilai persoalan sampah harus menjadi agenda prioritas nasional yang ditangani secara sistemik dan berbasis teknologi.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Nilai Flyover Daan Mogot Bagian dari Visi Besar Aglomerasi Jabodetabekjur
MARTABAT menegaskan bahwa krisis sampah bukan hanya isu kebersihan, melainkan menyangkut martabat bangsa, daya saing pariwisata, hingga ketahanan lingkungan jangka panjang.
Ketua Umum Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menyatakan bahwa data yang disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian harus menjadi alarm keras bagi seluruh elemen bangsa.
“Ketika Indonesia berada di posisi kelima penghasil sampah dunia dan ketiga penyumbang sampah plastik laut, itu menyangkut harga diri bangsa. Kita negara maritim, tapi laut kita justru dibebani limbah,” ujar Tohom, Rabu (25/2/2026).
Baca Juga:
Keselamatan Transportasi Air Diperkuat, MARTABAT Prabowo-Gibran Soroti Peran Strategis Otorita Danau Toba
Menurutnya, persoalan sampah laut yang berdampak pada kawasan konservasi seperti Taman Nasional Komodo, Bunaken, hingga Raja Ampat menunjukkan perlunya koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Ia menilai praktik saling lempar tanggung jawab harus segera diakhiri.
“Tidak boleh ada lagi ego sektoral. Pemerintah daerah harus serius membangun sistem pengelolaan sampah dari hulu. Kalau sampah kota berakhir di laut dan taman nasional, yang rugi bukan hanya ekosistem, tetapi juga ekonomi daerah karena pariwisata terdampak,” tegasnya.