Prabowo kemudian mengingatkan para menteri, pimpinan lembaga, dan kepala daerah bahwa kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab seorang pemimpin.
Namun, kritik tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi dan kehati-hatian dalam bekerja, bukan alasan untuk berhenti atau melemahkan tekad melayani masyarakat.
Baca Juga:
Target Renovasi 2 Juta Rumah, Pemerintah Siapkan Badan Khusus Perumahan
Ia menegaskan pola kerja pemerintah saat ini bertumpu pada bukti dan hasil nyata, bukan sekadar seremonial atau formalitas belaka.
"Kita sekarang dalam rangka membuktikan. Jadi kalau ada menteri-menteri, pejabat turun, itu dia tidak turun untuk wisata," ucap Prabowo.
Menurutnya, kehadiran pejabat di lapangan adalah untuk melihat langsung kondisi, mencatat persoalan, memahami situasi, dan mengambil keputusan yang memang dibutuhkan rakyat.
Baca Juga:
Tambahan PNBP Rp 6,62 Triliun, Pemerintah Optimistis Tekan Defisit APBN
"Dia datang dia melihat, mencatat, mengerti mengambil keputusan, kan demikian," lanjutnya.
Lebih jauh, Prabowo menekankan bahwa tujuan utama pemerintah adalah meringankan beban dan penderitaan masyarakat di seluruh penjuru Tanah Air.
Beragam kritik dan komentar negatif dipandangnya sebagai pengingat agar pemerintah tetap waspada, namun tidak akan menghalangi kerja negara dalam mengurus kepentingan nasional.