WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang melanda berbagai daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data yang dihimpun sejak Jumat (13/2/2026) hingga Sabtu (14/2/2026) pukul 07.00 WIB, peristiwa bencana yang terjadi didominasi oleh banjir, tanah longsor, dan angin kencang akibat kondisi cuaca ekstrem.
Baca Juga:
BNPB Serahkan 252 Huntara untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah
Peristiwa pertama terjadi di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Banjir melanda wilayah tersebut setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan itu sejak Kamis (12/2/2026).
Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Kamis (12/2/2026). [Sumber foto : BPBD Kabupaten Malaka]
Tiga kecamatan terdampak yakni Wewiku, Weliman, dan Malaka Barat. Sedikitnya 30 unit rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi.
Baca Juga:
Pemerintah Siapkan Dua Skema Huntap, 914 KK di Bener Meriah Dapat Huntara Terlebih Dahulu
Menanggapi kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat.
Petugas melakukan pendataan kerusakan serta membantu warga membersihkan sisa lumpur.
Berdasarkan data terbaru per Jumat (13/2/2026), banjir dilaporkan telah surut sepenuhnya dan warga mulai beraktivitas kembali.
Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Kamis (12/2/2026). [Sumber foto : BPBD Kabupaten Malaka]
Sementara itu, banjir juga melanda Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatra Utara, pada Rabu (11/2/2026).
Dua kecamatan terdampak adalah Teluk Dalam dan Luahagundre. Bencana ini berdampak pada 512 kepala keluarga (KK) yang tersebar di sejumlah desa.
BPBD bersama tim gabungan yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan telah melakukan berbagai langkah penanganan, termasuk evakuasi warga, pendistribusian bantuan, serta pembersihan area terdampak.
Setelah banjir dinyatakan surut pada Jumat (13/2/2026), tim gabungan bersama masyarakat setempat bergotong royong membersihkan material sisa banjir agar lingkungan kembali layak huni.
Tidak hanya banjir, wilayah Kabupaten Nias Selatan juga dilanda tanah longsor. Kejadian ini mengakibatkan sembilan kepala keluarga terdampak dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.
Selain itu, longsor turut menutup dan merusak infrastruktur jalan, meliputi satu ruas jalan provinsi serta beberapa ruas jalan kabupaten.
Pemerintah daerah bersama BPBD telah melakukan evakuasi warga yang berada di area rawan, pembersihan material longsor, serta mengerahkan alat berat guna mempercepat proses penanganan.
Hingga Jumat (13/2/2026), proses pembersihan masih berlangsung. Petugas juga mengingatkan adanya potensi longsor susulan di beberapa titik, terutama apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Di wilayah lain, angin kencang menerjang Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Petugas BPBD Kabupaten Bogor melakukan asesmen usai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat (13/2/2026). [Sumber foto : BPBD Kabupaten Bogor]
Dua kecamatan terdampak yakni Citeureup dan Cibinong. Peristiwa tersebut menyebabkan sedikitnya 86 unit rumah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang terlepas akibat terjangan angin.
Sebanyak 86 kepala keluarga terdampak dan satu kepala keluarga sempat mengungsi untuk menghindari risiko lanjutan.
BPBD Kabupaten Bogor segera melakukan penanganan darurat, pendataan kerusakan, serta membantu warga membersihkan puing-puing material bangunan.
Petugas BPBD Kabupaten Bogor melakukan asesmen usai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat (13/2/2026). [Sumber foto : BPBD Kabupaten Bogor]
Kondisi terakhir dilaporkan telah kondusif dan warga secara bergotong royong mulai memperbaiki rumah masing-masing.
Menyikapi rangkaian kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah agar terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana, khususnya yang dipicu faktor hidrometeorologi basah seperti hujan lebat, banjir, dan tanah longsor.
Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama, masyarakat diminta untuk melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman serta memahami jalur evakuasi di wilayahnya.
Warga yang bermukim di bantaran sungai diingatkan untuk rutin memantau tinggi muka air dan segera mengungsi apabila terjadi peningkatan debit air secara signifikan.
Selain itu, masyarakat diharapkan selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca dari lembaga resmi guna mengantisipasi potensi bencana sejak dini.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]