WAHANANEWS.CO, Jakarta - Deputi Bidang Sistem dan Strategi (Deputi I) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Raditya Jati, S.Si., M.Si. menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Kehadiran Raditya mewakili Kepala BNPB yang saat ini tengah bertugas melakukan penanganan bencana di wilayah Provinsi Aceh.
Baca Juga:
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Sumbar, Jabar, Jateng, hingga Jatim
Rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tersebut menjadi forum koordinasi strategis lintas kementerian dan lembaga.
Agenda utama pertemuan ini adalah memastikan kesiapan pemerintah dalam menghadapi momentum Hari Raya dan libur Idul Fitri agar dapat berjalan aman, tertib, serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.
Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Baca Juga:
Hadiri HUT ke-54 Basarnas, Kepala BNPB Apresiasi Kinerja Operasi SAR yang Membanggakan
Dalam forum tersebut, Raditya Jati menyampaikan sejumlah langkah antisipatif yang akan dilakukan BNPB bersama pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah yang memiliki potensi ancaman bencana, baik hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor maupun ancaman geologi seperti gempa bumi dan erupsi gunung api.
“Sejumlah langkah yang akan dilakukan BNPB bersama pemerintah daerah khususnya BPBD yang memiliki potensi ancaman bencana baik itu hidrometeorologi maupun geologi.”
Upaya yang disiapkan antara lain optimalisasi platform InaRISK untuk pemetaan risiko bencana, penyusunan peta jalur mudik aman bencana, hingga penerbitan surat edaran kepada pemerintah daerah guna meningkatkan kesiapsiagaan.