WahanaNews.co | Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, membongkar rencana Indonesia Battery Corporation (IBC) mengakuisisi produsen mobil listrik asal Jerman dengan harga mahal.
Ahok menuturkan, rencana akuisisi itu dibalut dengan alasan agar Indonesia bisa menembus pasar mobil listrik Amerika Serikat dan China.
Baca Juga:
Kuak Skandal Lahan Rp 668 Miliar, Ahok Kembali Diperiksa Bareskrim
Rencana itu ditentang Ahok karena tak masuk akal dan berpotensi merugikan negara.
Ahok membeberkan, perusahaan mobil listrik asal Jerman itu mau diakuisisi dengan harga yang menurutnya terlalu mahal.
Perhitungan harga sahamnya menggunakan future valuation dengan alasan bisnisnya bakal bagus di masa mendatang.
Baca Juga:
Kejagung Dalami Peran Ahok di Kasus Pertamina yang Diduga Tahu Adanya Korupsi
Tapi, Ahok berpendapat bahwa perhitungan nilai perusahaan mobil listrik asal Jerman itu mengada-ada, karena bisnis kendaraan listrik masih belum pasti.
Dasar perhitungannya tidak kuat.
Ahok menduga, ada permainan di situ, ada gelagat niat buruk. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.