WAHANANEWS.CO, Jakarta – Polisi mengungkap bahwa Khairun Nisa alias KN (23) merupakan korban penipuan dengan modus perekrutan pramugari.
Fakta ini terungkap setelah Nisa ramai diperbincangkan di media sosial karena aksinya menyamar sebagai pramugari Batik Air.
Baca Juga:
Wanita Mengaku Pramugari Batik Air Diperiksa Polisi Bandara Soetta, Ini Motifnya
Peristiwa tersebut terkuak saat Nisa tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Ia sebelumnya diketahui melakukan penerbangan dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II, Palembang, Sumatra Selatan.
Kasus pramugari gadungan Batik Air, Khairun Nisya (23) tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, pramugari gadungan itu tidak hanya bisa lolos masuk bandara tapi juga bisa melakukan penerbangan dari Palembang menuju Jakarta.
Baca Juga:
Viral Pramugari Batik Air Diduga Gadungan di Media Sosial
Polisi pun mengungkap fakta baru di balik kasus Khairun Nisya, yang mendadak viral di media sosial usai kepergok menjadi pramugari gadungan Batik Air.
Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kompol Yandri Mono mengatakan, ternyata wanita ini merupakan korban penipuan Rp30 juta, dengan modus menawarkan pekerjaan sebagai pramugari.
“Iya, pada dasarnya di awal dia korban tuh. Dia mau masuk pramugari, nyerahkan uang sebesar berapa Rp30 juta. Terus ternyata gagal dan orangnya sudah enggak bisa dihubungi,” kata Yandri, kepada wartawan, Kamis (8/1/2026).
Lebih lanjut Yandri mengungkap kronologi Khairun Nisya tertipu. Awal mulanya, yang bersangkutan dari daerah Palembang menuju Jakarta untuk mendaftar jadi pramugari.
“Yang bersangkutan itu dulu kan orang Palembang, maksudnya tinggal di Palembang. Dia ke Jakarta, izin sama ibunya mau daftar jadi pramugari,” terang Yandri.
Kemudian korban dikenalkan oleh rekannya, dengan seseorang yang mengaku bisa memasukkan menjadi pramugari. Setelahnya korban memberikan uang, tapi ternyata ditipu.
“Di Jakarta dia ketemu seseorang yang kemudian menawarkan bisa memasukkan (jadi) pramugari. Dengan memberikan sejumlah uang. Akhirnya dia ikutilah orang itu, ternyata gagal,” ucap Yandri.
“Nah, karena dia keburu malu dan tidak mau mengecewakan ibunya yang membantu dia dalam prosesnya itu, ya dia mengaku ke keluarganya kalau dia sudah bekerja. Sehingga pada saat pulang kemarin, dan di medsos-nya dia juga posting gitu, biar orang tuanya tahu, keluarganya tahu, dia memang betul-betul pramugari,” jelasnya.
Atas peristiwa ini, Yandri mengimbau kepada masyarakat, terutama yang ingin mendaftar menjadi pramugari, untuk tidak menggunakan atau melalui orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Untuk diketahui, Nama Khairun Nisya tengah menjadi sorotan publik, usai aksi nekatnya menjadi pramugari gadungan Batik Air terbongkar dan viral di media sosial.
Demi menjalankan aksinya, Nisya sampai memakai atribut pramugari maskapai Batik Air, mulai dari atasan kebaya putih, bawahan batik merah, rambut cepol rapih, hingga ID card atau tanda pengenal maskapai tersebut.
Nisya berhasil lolos terbang pada penerbangan Palembang menuju Jakarta dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (6/1/2026) malam.
Lenggak lenggok hingga membawa koper dan dua tas layaknya pramugari yang akan berangkat terbang. Seperti diunggah dalam akun Instagram @jabodetabek24info, Nisya di Palembang sempat melewati fast track atau jalur khusus awak kabin yang akan bertugas.
Di pesawat, crew kabin yang curiga sempat menginterogasinya. Pasalnya, meski N mengenakan tanda pengenal di dadanya, corak batik pada seragam yang dikenakan berbeda dengan pramugari yang tengah bertugas.
Hingga, sesaat setelah mendarat, crew kabin berkordinasi dengan petugas Avsec Bandara Internasional Soekarno Hatta, untuk melakukan pengamanan.
[Redaktur: Alpredo Gultom]