Fu juga menyoroti situasi di Tepi Barat yang dinilainya tetap memanas, terutama akibat perluasan permukiman ilegal serta meningkatnya aksi kekerasan yang dilakukan oleh pemukim terhadap warga Palestina.
Tiongkok mendesak Israel agar segera menghentikan seluruh aktivitas permukiman tersebut dan mengambil tindakan tegas untuk mengekang kekerasan terhadap rakyat Palestina.
Baca Juga:
Debut Gemilang! Yanming Hong Persembahkan Medali Emas untuk Tiongkok di Kejuaraan Dunia Senam Artistik
Menurut Fu, upaya mengurangi penderitaan warga sipil serta memastikan akses bantuan kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan ke wilayah pendudukan merupakan hal yang sangat mendesak.
Lebih lanjut, Tiongkok menilai kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza masih berada pada tingkat yang sangat memprihatinkan.
Oleh karena itu, Israel diminta untuk memenuhi kewajibannya sesuai dengan hukum humaniter internasional, termasuk dengan membuka seluruh penyeberangan perbatasan, mencabut pembatasan terhadap masuknya bantuan kemanusiaan, serta menghentikan tekanan terhadap lembaga-lembaga kemanusiaan.
Baca Juga:
Kisah Asmara Bos dan Bawahan di Chongqing Berujung Gugatan Uang Perceraian
Dalam pernyataannya, Fu juga menyampaikan keprihatinan atas penghancuran kompleks milik Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Yerusalem Timur.
Ia menegaskan bahwa Israel memiliki kewajiban untuk menjamin hak istimewa, kekebalan, serta keberlangsungan operasional UNRWA sesuai mandat internasional.
Tiongkok menekankan bahwa penanganan masa depan Gaza harus dilakukan secara hati-hati, teratur, dan sejalan dengan prinsip solusi dua negara.