WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pergerakan Siklon Tropis Jangmi yang terdeteksi di Laut Filipina utara membuat BMKG meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa aktivitas Siklon Tropis Jangmi memicu terbentuknya area konvergensi dan konfluensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan di berbagai kawasan Nusantara.
Baca Juga:
23 Tahun Tak Bisa BAB Normal, Hasil Rontgen Wanita Ini Bikin Dokter Terkejut: Usus Nyaris Sampai Jantung
Saat ini Siklon Tropis Jangmi memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot dengan tekanan minimum sebesar 998 hektopascal (hPa).
Dijelaskan Prakirawan BMKG Henokvita, sistem cuaca tersebut diperkirakan terus bergerak ke arah barat laut dan berpotensi mengalami penguatan dalam beberapa hari mendatang.
“Diprediksi bergerak ke arah barat laut utara dan akan terus meningkat dalam 48 hingga 72 jam ke depan. Siklon ini menginduksi terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di Samudera Pasifik utara, Maluku Utara hingga utara Papua,” kata Henokvita dalam siaran cuaca BMKG, Minggu (31/5/2026).
Baca Juga:
Kisah Keserakahan Berujung Maut, Istri Diduga Sewa Pembunuh untuk Habisi Suami Demi Harta
Selain pengaruh Siklon Tropis Jangmi, BMKG juga mendeteksi keberadaan sirkulasi siklonik di kawasan Laut China Selatan yang turut memengaruhi dinamika cuaca di Indonesia.
Fenomena tersebut membentuk daerah konvergensi yang memanjang hingga wilayah Kepulauan Natuna sehingga memperkuat proses pembentukan awan hujan di sejumlah daerah.
BMKG juga mencatat terbentuknya sabuk konvergensi yang membentang dari Papua menuju Teluk Cenderawasih, Sulawesi Tenggara, Kalimantan, hingga Jawa Tengah.