WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pergerakan Siklon Tropis Jangmi yang terdeteksi di Laut Filipina utara membuat BMKG meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa aktivitas Siklon Tropis Jangmi memicu terbentuknya area konvergensi dan konfluensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan di berbagai kawasan Nusantara.
Baca Juga:
Tragedi Biak Numfor: Bom Diduga Peninggalan PD II Meledak, Rumah Hancur dan Warga Mengungsi
Saat ini Siklon Tropis Jangmi memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot dengan tekanan minimum sebesar 998 hektopascal (hPa).
Dijelaskan Prakirawan BMKG Henokvita, sistem cuaca tersebut diperkirakan terus bergerak ke arah barat laut dan berpotensi mengalami penguatan dalam beberapa hari mendatang.
“Diprediksi bergerak ke arah barat laut utara dan akan terus meningkat dalam 48 hingga 72 jam ke depan. Siklon ini menginduksi terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di Samudera Pasifik utara, Maluku Utara hingga utara Papua,” kata Henokvita dalam siaran cuaca BMKG, Minggu (31/5/2026).
Baca Juga:
Ribuan Dapur MBG Disuspend, BGN Bongkar Dugaan Mark Up hingga Kasus Keracunan
Selain pengaruh Siklon Tropis Jangmi, BMKG juga mendeteksi keberadaan sirkulasi siklonik di kawasan Laut China Selatan yang turut memengaruhi dinamika cuaca di Indonesia.
Fenomena tersebut membentuk daerah konvergensi yang memanjang hingga wilayah Kepulauan Natuna sehingga memperkuat proses pembentukan awan hujan di sejumlah daerah.
BMKG juga mencatat terbentuknya sabuk konvergensi yang membentang dari Papua menuju Teluk Cenderawasih, Sulawesi Tenggara, Kalimantan, hingga Jawa Tengah.
Kombinasi berbagai fenomena atmosfer tersebut meningkatkan peluang terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia.
Selain hujan lebat, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi angin kencang yang dapat terjadi terutama di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) seiring meningkatnya aktivitas atmosfer.
Untuk wilayah Indonesia bagian barat, BMKG memprakirakan hujan yang disertai petir berpotensi terjadi di Jambi, Banjarmasin, dan Tanjung Selor.
Sementara itu, sejumlah kota besar seperti Jakarta, Banda Aceh, Palembang, hingga Surabaya diprediksi mengalami kondisi cuaca berawan tebal.
Di kawasan Indonesia bagian timur, hujan ringan diprakirakan mengguyur Palu, Kendari, Ternate, Ambon, dan Merauke.
Adapun wilayah Gorontalo berpotensi mengalami hujan yang disertai petir dalam periode prakiraan cuaca tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu berbagai dampak di lingkungan sekitar.
Peringatan tersebut terutama ditujukan bagi masyarakat yang berada di daerah dengan potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang dalam beberapa hari mendatang.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]