Tim tamu berhasil memangkas selisih sembilan angka menjadi hanya tiga poin dalam waktu kurang dari dua menit, membuat laga berlangsung semakin menegangkan.
Drama semakin memuncak ketika Giorgi Bezhanishvili sukses mencetak tembakan tiga angka pada sisa waktu 22 detik sehingga Satria Muda hanya tertinggal satu poin dalam kedudukan 79-80. Namun ketenangan Hornbills tetap terjaga.
Baca Juga:
Indonesia Naik 10 Peringkat FIFA, Erick Thohir Ingatkan Timnas Tetap Membumi
Pada 17 detik terakhir, Kaleb Wesson berhasil memancing pelanggaran dan menyempurnakan dua tembakan bebas untuk membawa timnya unggul 82-79.
Satria Muda masih memiliki kesempatan pada penguasaan bola terakhir. Namun upaya Niven Glover melalui tembakan tiga angka gagal menemui sasaran sehingga memastikan kemenangan sekaligus kelolosan Hornbills ke partai final.
"Sejarah sudah tercipta, dan kami yang menciptakan sejarah itu, kami percaya konsistensi akan membuat kami bisa mencapai kesuksesan," ujar Thibodeaux.
Baca Juga:
Erick Thohir Dorong Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Semarakkan Nobar Piala Dunia 2026
Dari kubu Satria Muda, Abraham Damar Grahita menjadi pencetak angka terbanyak dengan 22 poin.
Ia mendapat dukungan dari Giorgi Bezhanishvili yang menyumbang 15 poin, Jalen Jones 14 poin, Yudha Saputera 13 poin, dan Niven Glover 12 poin.
Kekalahan ini sekaligus menorehkan catatan tersendiri bagi Satria Muda. Mereka menjadi tim pertama yang tersingkir dalam format Best of Five yang untuk pertama kalinya diterapkan pada babak playoff IBL.