WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah secara resmi menyalurkan bonus kepada para atlet yang berlaga dalam ajang ASEAN Para Games 2025 pada Selasa (17/3/2026).
Pencairan bonus ini menjadi bentuk nyata apresiasi negara terhadap perjuangan dan dedikasi para atlet kontingen Merah Putih yang berhasil menorehkan prestasi gemilang di Thailand.
Baca Juga:
Arus Balik Melandai, Korlantas Akhiri Sistem One Way dari Kalikangkung hingga Cikampek
Langkah ini juga sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung perkembangan olahraga disabilitas di Indonesia agar semakin maju dan berdaya saing di tingkat internasional.
Salah satu atlet para bulutangkis yang turut mencatatkan prestasi membanggakan, Hikmat Ramadani, mengungkapkan rasa syukur atas bonus yang diberikan pemerintah kepada seluruh atlet yang berlaga dalam ajang tersebut.
“Alhamdulillah saya sudah dapat informasi mengenai bonus para atlet kak. Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah, saya senang sekali dengan berita ini, apalagi momennya pas karena sebentar lagi lebaran. Semoga dengan adanya bonus ini saya semakin lebih bersemangat untuk berprestasi dan mengharumkan nama negeri ini, dan membuat bangga National Paralympic Committee (NPC) dan keluarga,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Kemenpora.
Baca Juga:
Genjot Infrastruktur Pendidikan, Sekolah Rakyat Tahap II Ditargetkan Tampung 112 Ribu Siswa
Dalam ajang tersebut, Hikmat berhasil menyumbangkan dua medali emas dari nomor tunggal putra SL4 serta ganda campuran SL3–SU5 bersama pasangan Leani Ratri Oktila.
Prestasi tersebut semakin menegaskan kapasitasnya sebagai salah satu atlet andalan Indonesia di cabang para bulutangkis.
Pemuda asal Tasikmalaya itu juga menyampaikan bahwa bonus yang diterimanya akan dimanfaatkan secara bijak untuk kebutuhan jangka panjang.
Ia berencana mengalokasikan dana tersebut untuk tabungan serta investasi guna menunjang masa depannya setelah tidak lagi aktif sebagai atlet.
Selain itu, Hikmat turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian besar kepada atlet disabilitas.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk terus berprestasi dan membawa nama Indonesia ke kancah dunia.
“Saya ucapkan terimakasih kepada bapak presiden republik indonesia Bapak Prabowo Subianto, serta bapak Menpora Erick Thohir, terimakasih juga kepada Bapak Chef de Mission (CDM) kita, Pak Reda manthovani dan tak lupa terimakasih banyak kepada Bapak ketua NPCI Indonesia, Bapak Seny Marbun yang sudah percaya dengan kami semua para atlet disabilitas. Terimakasih pak atas apresiasi, atas kepercayaannya sehingga membuat kami setara dengan teman-teman atlet non difabel,” tuturnya penuh haru.
Menatap masa depan, Hikmat juga memiliki harapan besar terhadap pemerintah, khususnya terkait keberlanjutan karier atlet setelah pensiun.
Ia berharap adanya kesempatan bagi atlet disabilitas untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bentuk jaminan masa depan.
“Harapan ke depan saya sih inginnya jadi ASN ya, mudah-mudahan pemerintah mau mengangkat kami para atlet disabilitas ini untuk menjadi ASN," jawabnya mengakhiri percakapan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]