“Mudah-mudahan turnamen ini bisa menjadi salah satu fasilitas bagi atlet-atlet kita, terutama yang junior bisa melihat bahwa biliar ini bisa mendunia, kita bisa menjadi yang terbaik dalam event ini,” sebut Wamenpora.
Lebih lanjut, Wamenpora Taufik menegaskan bahwa dukungan Kemenpora tidak hanya berfokus pada pencapaian prestasi atlet semata, tetapi juga pada pengembangan ekosistem olahraga biliar secara menyeluruh, termasuk aspek sportainment.
Baca Juga:
Pelatnas PBSI Resmikan Kantor dan Fasilitas Baru, Wamenpora Taufik Hidayat Hadir
Hal ini selaras dengan konsep yang diusung dalam rangkaian acara Carabao International Open, yang turut menghadirkan pertandingan biliar antarselebritis bertajuk Carabao International Celebrity Billiards.
“Sekarang ini kita banyak dibantu para selebritis dalam mempopulerkan olahraga di masyarakat. Karena itu saya harap event ini tidak hanya digelar sekali, tetapi bisa menjadi rutinitas setiap tahun, menjadi salah satu fasilitas untuk atlet bisa bertanding dengan pemain-pemain dunia yang datang ke Indonesia,” urai Wamenpora Taufik.
“Kami dari Pemerintah sangat mendukung, mudah-mudahan ini menjadi salah satu pintu masuk untuk event besar lainnya di Indonesia,” sambung Wamenpora.
Baca Juga:
PBSI Resmikan Gym, Warehouse, dan Kantor Baru di Pelatnas Cipayung
Diketahui, Carabao International Open merupakan turnamen bertaraf internasional World Nineball Tour (WNT) pertama yang digelar di Indonesia. Ajang ini berlangsung di kawasan NICE, PIK 2, Banten, pada 4–8 Februari 2026 dan diikuti oleh para pebiliar profesional dari berbagai negara.
Sejumlah atlet papan atas dunia dijadwalkan tampil, di antaranya juara dunia tiga kali asal Amerika Serikat Thorsten Hohmann, juara European Open 2024 asal Denmark Mickey Krause, serta pebiliar muda Indonesia peraih gelar Juara Dunia Biliar Junior 2025, Albert Januarta.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]