WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1930, Piala Dunia FIFA telah menjadi ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Turnamen empat tahunan ini telah diikuti oleh lebih dari 80 negara dari berbagai benua yang bersaing memperebutkan trofi paling prestisius di level internasional.
Baca Juga:
Dunia Mengakui Kehebatan La Roja, Ini Deretan Rekor Bersejarah yang Baru Saja Diciptakan
Namun, dari puluhan negara yang pernah berpartisipasi, hanya delapan tim nasional yang berhasil mencatatkan sejarah sebagai juara dunia.
Brasil masih menjadi negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia dengan torehan lima gelar juara.
Tim berjuluk Selecao tersebut berhasil mengangkat trofi pada tahun1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002.
Baca Juga:
Spanyol Borong Penghargaan, Rodri hingga Unai Simon Kuasai Piala Dunia 2026
Keberhasilan itu menjadikan Brasil sebagai pemegang rekor gelar Piala Dunia terbanyak hingga saat ini.
Di bawah Brasil, Jerman dan Italia sama-sama mengoleksi empat gelar juara. Jerman menjadi kampiun pada tahun 1954, 1974, 1990, dan 2014.
Sementara Italia meraih gelar pada tahun 1934, 1938, 1982, dan 2006.
Argentina menempati posisi berikutnya dengan tiga gelar juara yang diraih pada tahun 1978, 1986, dan 2022.
Keberhasilan terakhir mereka diraih setelah mengalahkan Prancis melalui drama adu penalti pada final Piala Dunia 2022 di Qatar.
Sementara itu, Prancis, Uruguay, dan Spanyol masing-masing telah mengoleksi dua gelar juara dunia.
Prancis menjadi kampiun pada tahun 1998 dan 2018, Uruguay menjuarai edisi perdana tahun 1930 serta kembali menjadi juara pada tahun1950.
Sedangkan Spanyol meraih gelar pada tahun 2010 dan di tahun ini tim yang memiliki julukan La Roja (Si Merah) menambah raihan trofi dengan menjuarai Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina.
Adapun Inggris menjadi negara terakhir dalam daftar juara Piala Dunia dengan satu gelar yang diraih pada tahun 1966 saat menjadi tuan rumah.
Dominasi delapan negara tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan menjuarai Piala Dunia tidak hanya ditentukan oleh keberadaan pemain-pemain bintang di dalam skuad.
Prestasi di level tertinggi juga lahir dari sistem pembinaan usia muda yang berkelanjutan, strategi permainan yang matang, konsistensi performa sepanjang turnamen, serta mental bertanding yang kuat dalam menghadapi tekanan di setiap pertandingan.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]