WAHANANEWS.CO - Aksi suporter Jepang yang selama ini dipuji karena membersihkan stadion usai pertandingan Piala Dunia kini justru menuai kritik dari sebagian warga negaranya sendiri karena dianggap tidak sejalan dengan pembagian pekerjaan rumah tangga di dalam keluarga.
Setelah pertandingan pertama Jepang di Piala Dunia 2026, sejumlah foto yang beredar di media sosial memperlihatkan para pendukung tim Samurai Biru memunguti sampah di tribun stadion sambil membawa kantong plastik.
Baca Juga:
Kasir Ditikam Berkali-kali, Pesan WhatsApp dan Selfie Berdarah Jadi Kunci Penangkapan Pelaku
Namun, aksi yang selama bertahun-tahun dipandang sebagai simbol kedisiplinan dan budaya bersih masyarakat Jepang itu kali ini memicu perdebatan di media sosial.
Sebagian kalangan menilai terdapat standar ganda karena banyak laki-laki Jepang terlihat aktif menjaga kebersihan di ruang publik, tetapi masih minim kontribusi dalam pekerjaan rumah tangga.
Kritik tersebut diperkuat oleh hasil survei pemerintah Jepang pada 2021 yang menunjukkan perempuan di rumah tangga dengan dua sumber penghasilan dan anak berusia di bawah enam tahun menghabiskan lebih dari tujuh jam per hari untuk pekerjaan rumah tangga, sedangkan laki-laki kurang dari dua jam.
Baca Juga:
Ahmad Sahroni: Daftar 41 Nama dari Sony Sonjaya Belum Tentu Benar
Perdebatan semakin meluas setelah sebuah poster berbahasa Jepang viral di media sosial.
Poster tersebut menampilkan perbandingan seorang laki-laki Jepang yang memungut sampah di stadion dengan sosok yang sama saat berada di rumah dan berbaring di sofa sambil memainkan ponsel.
Dalam ilustrasi itu, sang istri terlihat sedang mencuci piring sementara suaminya tidak membantu pekerjaan rumah.