Selain aspek olahraga, kegiatan ini juga dinilai memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi daerah.
"Masih kata Menpora Erick, turnamen ini juga bukti nyata bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah kegiatan olahraga usia dini berskala internasional dan berkualitas. Yang tidak kalah penting, kegiatan ini turut memberikan dampak bagi perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM, sektor pariwisata, serta ekonomi kreatif," ujarnya.
Baca Juga:
Perempuan dan Anak Muda Dominasi Penyegaran Jabatan Kemenpora di Era Erick Thohir
"Kami meyakini bahwa ajang seperti ini memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan sport tourism di Indonesia. Oleh karena itu, Kemenpora mendukung penuh penyelenggaraan Bali7s sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan memaksimalkan potensi sektor wisata olahraga tanah air, serta membina generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berdaya saing global,” pungkas Menpora Erick.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Youth Football Tournament Bali 7s 2026 diikuti oleh sekitar 500 tim dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, India, dan Belanda.
Total peserta mencapai sekitar 8.000 pemain yang terbagi ke dalam beberapa kelompok usia, mulai dari U-8, U-10, U-12, U-14, U-16, hingga kategori Pro dan Women.
Baca Juga:
Menpora Resmi Angkat Muhammad Gustri Oktaviandi sebagai Dirut LPUK Kemenpora
Tidak hanya berfokus pada pertandingan, Bali 7s juga dikemas sebagai festival olahraga keluarga yang menghadirkan berbagai hiburan menarik.
Salah satunya melalui area Food & Beverages yang melibatkan 42 tenant UMKM, sehingga memberikan pengalaman rekreasi sekaligus mendukung pelaku usaha lokal.
Sementara itu, Direktur Turnamen Internasional Bali 7s 2026, Yabes Tanuri menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari Menpora serta para sponsor yang turut menyukseskan penyelenggaraan turnamen tahun ini.