WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menghadiri sekaligus menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan antara Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) dan MILO Indonesia di Kantor FIBA Indonesia, Menara Danareksa, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembinaan olahraga bola basket sekaligus mendorong gaya hidup sehat di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Baca Juga:
Meriah, PLN Sukses Mengawal Listrik Tanpa Kedip untuk Opening FIBA World Cup 2023
Penandatanganan nota kesepakatan dilakukan oleh Chief Operating Officer FIBA Patrick Mariller bersama Manager Beverages and Confectionery Business Unit MILO Indonesia, Alaa Sahaban.
Dalam kesempatan itu, kedua pihak turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga atas dukungan terhadap terjalinnya kolaborasi tersebut.
Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa keterlibatan sektor swasta memiliki peranan penting dalam mendukung pembangunan olahraga nasional.
Baca Juga:
Jelang Opening FIBA World Cup 2023, PLN Cek Kesiapan Listrik Indonesia Arena
Menurutnya, kemajuan olahraga Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan organisasi olahraga internasional.
“Saya sangat mengapresiasi MILO dan FIBA yang aktif dalam pengembangan olahraga di sekolah. Penandatanganan kerja sama ini, merupakan langkah positif bagi olahraga basket khususnya. Bola basket adalah salah satu olahraga populer di masyarakat, dan saya berharap melalui kerjasama ini dapat semakin luas menjangkau hingga tingkat akar rumput,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah melalui Kemenpora akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memperluas pembinaan olahraga di level grassroot.
Salah satu fokus utama adalah peningkatan kualitas dan jumlah tenaga pelatih serta wasit bola basket di berbagai daerah.
“Sesuai arahan Presiden, kita harus membangun talenta nasional. Program ini merupakan sinergi antara Kemenpora, Bappenas, Kemendikdasmen dan Kemendikbud. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan jumlah pelatih dan wasit dengan melibatkan guru-guru yang berminat, kemudian memberikan sertifikasi melalui federasi,” jelasnya.
Erick berharap program pembinaan yang dijalankan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak muda Indonesia untuk berkembang di cabang olahraga bola basket, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Chief Operating Officer FIBA Patrick Mariller mengatakan bahwa kerja sama dengan MILO Indonesia dilatarbelakangi oleh visi yang sama dalam membangun masyarakat sehat melalui olahraga.
Menurutnya, basket dapat menjadi sarana positif untuk menanamkan pola hidup aktif sejak usia dini.
“Hari ini merupakan momen penting bagi FIBA. Kerja sama dengan MILO menjadi salah satu pencapaian strategis kami tahun ini. Kami berharap dapat terus menyebarkan semangat hidup sehat melalui olahraga bola basket hingga ke tingkat akar rumput,” tuturnya.
Di sisi lain, MILO Indonesia melalui Alaa Sahaban menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan olahraga nasional bersama FIBA, Kemenpora, dan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi).
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas kampanye hidup sehat sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat bersama-sama membangun generasi yang aktif dan sehat melalui olahraga bola basket serta menyebarkan energi positif tanpa batas,” ujarnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]