WAHANANEWS.CO, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) terus mendorong terciptanya akses olahraga yang lebih luas dan inklusif bagi penyandang disabilitas di Indonesia.
Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui penyediaan sarana dan prasarana olahraga yang ramah disabilitas, tetapi juga dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pembinaan.
Baca Juga:
Pemerintah Tegaskan Komitmen Bangun Sepak Bola Nasional, Blueprint Menuju Piala Dunia 2030 Disiapkan
Salah satu langkah yang dilakukan Kemenpora adalah memperkuat kompetensi pelatih serta penggerak olahraga disabilitas melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas yang digelar di Kota Tangerang, Banten, pada 7-8 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenpora untuk melahirkan lebih banyak tenaga penggerak yang memiliki pemahaman mengenai karakteristik, kebutuhan, potensi, serta hambatan yang dihadapi para penyandang disabilitas dalam aktivitas olahraga.
Plh. Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Budi Ariyanto Muslim, mengatakan Program Pemberdayaan Pelatih Olahraga Disabilitas merupakan bagian dari upaya pengembangan kapasitas pelatih yang secara khusus menangani atlet dan masyarakat penyandang disabilitas.
Baca Juga:
PSSI Gelar Kongres Biasa 2026, Erick Thohir Cek Langsung Lokasi Pelaksanaan
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelatih dalam proses latihan sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat penyandang disabilitas dalam kegiatan olahraga di tingkat komunitas.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada NPCI Prov. Banten dan Kota Tangerang atas dukungan peserta ToT penggerak olahraga disabilitas. Program ini merupakan tindak lanjut program prioritas dan berkelanjutan untuk pembinaan olahraga disabilitas," ucapnya.
Budi berharap kegiatan ToT tidak berhenti sebagai kegiatan peningkatan kapasitas semata.