WAHANANEWS.CO, Jakarta – FIFA melakukan evaluasi terhadap tata kelola organisasinya setelah membatalkan rencana penjualan 20 persen saham pada entitas yang mengelola hak komersial Piala Dunia.
Keputusan tersebut muncul setelah rencana itu mendapat kritik, terutama terkait transparansi dan proses pengambilan keputusan dalam tubuh organisasi sepak bola dunia tersebut.
Baca Juga:
Daftar Juara Piala Dunia Sepanjang Sejarah, Hanya Delapan Negara yang Pernah Mengangkat Trofi
Pembatalan rencana penjualan saham itu kemudian menimbulkan perhatian lebih luas terhadap kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino.
Sebelumnya, sejumlah konfederasi serta berbagai pemangku kepentingan sepak bola telah mendorong FIFA untuk meningkatkan keterbukaan dalam proses penyusunan dan penetapan kebijakan strategis.
Situasi tersebut membuat tata kelola FIFA kembali menjadi sorotan.
Baca Juga:
FIFA Tunjuk Ismail Elfath Pimpin Semifinal Inggris Vs Argentina di Piala Dunia 2026
Evaluasi yang dilakukan organisasi diharapkan dapat mengidentifikasi sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, sekaligus memastikan setiap keputusan penting di masa mendatang memiliki proses yang lebih jelas dan transparan.
Meski menghadapi sorotan, dukungan terhadap kepemimpinan Infantino tetap datang dari jajaran petinggi FIFA.
Sekretaris Jenderal FIFA bersama Dewan Manajemen FIFA menyatakan dukungan mereka kepada Infantino setelah menggelar pertemuan pimpinan FIFA di Rabat, Maroko.