WAHANANEWS.CO, Jakarta - Galatasaray S.K. dijatuhi sanksi denda sebesar 40.000 Euro oleh UEFA.
Selain denda finansial, suporter klub asal Turki tersebut juga dilarang menghadiri pertandingan tandang timnya pada babak 16 besar Liga Champions UEFA.
Baca Juga:
Paul Pogba Pimpin 51 Atlet Desak UEFA Larang Israel Tampil di Sepak Bola Internasional
Sanksi ini membuat pendukung Galatasaray tidak dapat datang langsung ke stadion saat tim mereka menjalani laga tandang di fase gugur kompetisi tersebut.
Klub sebenarnya sempat mengajukan banding kepada komisi banding UEFA untuk meminta keringanan hukuman.
Namun pada Rabu (4/3/2026), permohonan banding tersebut secara resmi ditolak oleh UEFA.
Baca Juga:
Tekanan Politik AS Gagalkan Upaya Pembekuan Israel di UEFA
Pihak klub kemudian mengumumkan keputusan tersebut kepada publik, termasuk larangan bagi suporter untuk hadir di Anfield.
Sanksi dijatuhkan setelah terjadinya insiden yang melibatkan pendukung Galatasaray saat menghadapi Juventus F.C. pada laga leg kedua babak play-off.
Pertandingan tersebut digelar di Allianz Stadium pada 25 Februari 2026.
Dalam insiden tersebut, sejumlah suporter Galatasaray diketahui tidak memiliki tiket resmi untuk memasuki stadion.
Mereka dilaporkan mencoba menerobos masuk dengan cara mendorong pagar pembatas yang berada di area stadion.
Tidak hanya itu, sebagian suporter juga melakukan tindakan perusakan terhadap bus yang membawa rombongan pendukung dari pusat kota menuju stadion.
Kericuhan tidak berhenti di luar stadion saja.
Saat pertandingan berlangsung, sejumlah suporter tamu juga menyalakan serta melemparkan kembang api ke arah tribun Curva Nord.
Akibat insiden tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Meski pertandingan berjalan dengan tensi tinggi, laga tersebut akhirnya dimenangkan oleh Juventus dengan skor 3-2.
Namun kemenangan itu tidak cukup untuk membawa Juventus lolos ke babak berikutnya.
Secara agregat, Galatasaray tetap unggul dengan skor 7-5 sehingga berhak melaju ke babak 16 besar Liga Champions.
Dengan adanya sanksi dari UEFA ini, Galatasaray dipastikan tidak akan didampingi para pendukungnya saat melakoni pertandingan tandang di fase selanjutnya.
Hal tersebut terutama akan terasa pada laga penting saat Galatasaray menghadapi Liverpool F.C. dalam pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2026.
Absennya suporter diperkirakan akan menjadi kerugian tersendiri bagi Galatasaray, mengingat dukungan langsung dari para pendukung biasanya menjadi salah satu faktor penting dalam pertandingan besar.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]