WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI menunjukkan peran strategisnya di tingkat kawasan dengan menginisiasi forum tingkat tinggi bidang kepemudaan dan olahraga bertajuk SouthEast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 (SEAMMYS 2026).
Pertemuan tersebut berlangsung di Bali pada 3–4 Mei 2026 dan dihadiri para menteri serta pejabat tinggi yang membidangi pemuda dan olahraga dari negara-negara Asia Tenggara.
Baca Juga:
Tiga Medali dari Panjat Tebing Antar Indonesia Finis ke-11 di Asian Beach Games 2026
Penyelenggaraan SEAMMYS 2026 menjadi bukti komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama regional di sektor kepemudaan dan olahraga.
Indonesia tidak hanya bertindak sebagai tuan rumah, tetapi juga tampil sebagai penggagas forum yang mendorong terciptanya dialog terbuka, kolaborasi lintas negara, hingga pertukaran pengalaman antarnegara ASEAN.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menilai sektor pemuda dan olahraga memiliki posisi penting dalam menghadapi dinamika global, sekaligus menjadi fondasi ketahanan sosial dan ekonomi jangka panjang bagi negara-negara di kawasan.
Baca Juga:
Diduga Pemilik SPBU 24.361.51 Nusa Indah Ikut Serta Melangsir BBM Solar Bersubsidi
“Negara-negara Asia Tenggara saat ini sedang menghadapi tantangan bersama dalam mengembangkan sistem olahraga yang kompetitif, industri olahraga yang berkelanjutan, serta komunitas pemuda yang tangguh di tengah perubahan sosial, teknologi, dan global yang pesat,” ujar Menpora Erick.
Menurut Erick, forum ini diharapkan dapat menjadi ruang bersama bagi negara-negara Asia Tenggara untuk memperkuat sinergi dan membangun kebijakan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Indonesia mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh para Menteri pemuda dan olahraga Asia Tenggara ini, tujuannya untuk memperkuat kerja sama dan pembelajaran bersama melalui kolaborasi, pertukaran pengalaman, serta dialog kebijakan guna meningkatkan pengembangan kepemudaan dan tata kelola olahraga sesuai dengan prioritas nasional masing-masing,” imbuhnya.
SEAMMYS 2026 turut dihadiri sejumlah pejabat penting dari negara-negara Asia Tenggara.
Di antaranya Menteri Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Brunei Darussalam Dato Nazmi Mohamad, Menteri Olahraga Filipina Jhon Patrick Gregorio, Ketua Komisi Pemuda Nasional Filipina Joseph Francisco Jeff Ortega, Menteri Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda Singapura David Neo, serta Menteri Pemuda, Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Timor-Leste Nelyo Isaac Sarmento.
Selain itu, hadir pula delegasi dari Kamboja, Malaysia, Myanmar, Republik Demokratik Rakyat Lao, Thailand, dan Vietnam.
Pertemuan tingkat kawasan tersebut menghasilkan kesepakatan penting berupa Deklarasi Bali yang disetujui seluruh negara peserta.
Deklarasi ini menjadi pijakan bersama dalam memperkuat peran olahraga dan kepemudaan sebagai instrumen pembangunan kawasan Asia Tenggara yang inklusif, damai, dan berkelanjutan.
Dalam poin pertama Deklarasi Bali, negara-negara Asia Tenggara menyepakati bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam memperkuat perdamaian, persatuan kawasan, pembangunan berkelanjutan, hingga meningkatkan visibilitas internasional Asia Tenggara.
Negara-negara peserta juga berkomitmen memperkuat kerja sama olahraga untuk mendorong solidaritas dan saling pengertian antar masyarakat kawasan.
Poin kedua menekankan pentingnya penguatan sistem olahraga prestasi tinggi melalui pembinaan atlet, pengembangan kepelatihan, ilmu keolahragaan, dan identifikasi bakat.
Negara-negara peserta juga mengakui pentingnya ajang multi-cabang seperti SEA Games sebagai bagian dari pembinaan atlet menuju kompetisi internasional yang lebih tinggi.
Pada poin ketiga, forum ini mendorong pendekatan kolaboratif dan pertukaran informasi terkait penyelenggaraan ajang olahraga internasional besar guna memperkuat kapasitas kawasan Asia Tenggara.
Selanjutnya, poin keempat menegaskan bahwa partisipasi olahraga memiliki nilai penting dalam mendukung kesehatan masyarakat, pengembangan bakat, serta memperkuat toleransi, rasa hormat, dan integrasi sosial di kawasan.
Sementara itu, poin kelima menyoroti pentingnya pemberdayaan generasi muda melalui kemitraan yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan agar pemuda dapat berkontribusi dalam menciptakan perdamaian, toleransi, inklusivitas, dan pembangunan berkelanjutan.
Adapun poin keenam menegaskan pengakuan terhadap pemuda sebagai penggerak utama inovasi dan ketahanan masa depan Asia Tenggara.
Negara-negara peserta menyatakan komitmen untuk memberdayakan pemuda, termasuk kelompok rentan, melalui olahraga dan kebijakan yang mampu menumbuhkan pola pikir kritis serta keterlibatan yang bertanggung jawab di era digital.
Melalui SEAMMYS 2026 dan lahirnya Deklarasi Bali, Indonesia dinilai berhasil memperkuat posisinya sebagai motor penggerak kerja sama kepemudaan dan olahraga di Asia Tenggara, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas demi menciptakan generasi muda kawasan yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing global.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]