WAHANANEWS.CO, Jakarta – Indonesia mendapat kepercayaan dari FIFA untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan perdana FIFA ASEAN 2026.
Jakarta dan Bandung dipilih sebagai dua wilayah yang akan menjadi pusat pelaksanaan turnamen tersebut.
Baca Juga:
Final Piala Dunia Berujung Ricuh, FIFA Resmi Bidik Argentina dengan Berlapis Dakwaan
Kepastian Indonesia menjadi tuan rumah disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir seusai mengikuti rapat bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait persiapan penyelenggaraan FIFA ASEAN 2026.
Dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan turnamen tersebut telah diberikan secara resmi melalui surat jaminan pemerintah atau Government Guarantee yang dikirimkan kepada FIFA.
Surat tersebut menjadi salah satu bentuk keseriusan Indonesia dalam memenuhi persyaratan sebagai negara penyelenggara.
Baca Juga:
Daftar Juara Piala Dunia Sepanjang Sejarah, Hanya Delapan Negara yang Pernah Mengangkat Trofi
"Bapak Presiden sudah mengeluarkan surat Government Guarantee dikirimkan kepada FIFA, dan Alhamdulillah terjawab, kita menjadi tuan rumah," ucap Erick Thohir saat konferensi pers di Kantor Kemenpora RI, Senayan, Jakarta pada Senin, 10 Agustus 2026.
Setelah mendapatkan kepastian sebagai tuan rumah, Indonesia kini memasuki tahap final pembahasan host contract bersama FIFA.
Pembahasan tersebut mencakup berbagai ketentuan serta tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh kota dan pihak penyelenggara selama turnamen berlangsung.
"Sekarang masih ada sedikit lagi negosiasi mengenai host contract-nya saja, isi-isinya. Tetapi memang tidak banyak berbeda dengan waktu kita menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia U-17," ujar menteri yang kini berusia 56 tahun itu.
Dari sisi fasilitas pertandingan, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan ditetapkan sebagai venue utama FIFA ASEAN 2026 di Jakarta.
Selain stadion pertandingan, sejumlah fasilitas olahraga juga disiapkan untuk menunjang kebutuhan tim dan peserta selama turnamen.
Beberapa lokasi yang diproyeksikan sebagai fasilitas latihan di Jakarta antara lain Lapangan Banteng, GMSB Kuningan, serta lapangan satu dan dua Jakarta International Stadium (JIS).
Kesiapan fasilitas pendukung menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan sesuai standar yang ditetapkan FIFA.
Di Jawa Barat, pemerintah daerah menyiapkan Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung sebagai stadion utama pendamping dalam penyelenggaraan FIFA ASEAN 2026.
Sejumlah fasilitas latihan juga telah disiapkan untuk mendukung aktivitas tim peserta.
Tiga lapangan latihan yang disediakan Jawa Barat meliputi Stadion ITB, Arcamanik, dan Siliwangi.
Selain itu, pemerintah daerah turut menyiapkan dua stadion cadangan sebagai bagian dari skema antisipasi dan dukungan terhadap kebutuhan penyelenggaraan turnamen.
Erick Thohir menilai kepercayaan FIFA kepada Indonesia memiliki arti penting bagi perkembangan sepak bola nasional.
Terlebih, Indonesia tercatat sebagai negara pertama yang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan FIFA ASEAN.
"FIFA ASEAN yang pertama kali digulirkan di Indonesia, ini akan menjadi sejarah buat bangsa kita. Karena seperti juga kalau kita ingat, kejuaraan Piala Dunia dulu bergulir di tempat lain, ini yang pertama," kata Erick.
Status sebagai tuan rumah juga diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi Timnas Indonesia.
Dukungan publik dan faktor bermain di hadapan pendukung sendiri diharapkan mampu menjadi tambahan motivasi bagi skuad Garuda untuk tampil maksimal sepanjang turnamen.
"Sebagai tuan rumah, kalau bisa Tim Nasionalnya juga berprestasi dengan baik, ya ini hal-hal yang tentu kita harapkan," ucapnya.
Persiapan FIFA ASEAN 2026 tidak hanya berfokus pada stadion dan fasilitas latihan.
Pemerintah juga melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga untuk memastikan berbagai aspek pendukung penyelenggaraan dapat berjalan secara terpadu.
Koordinasi dilakukan untuk menangani sejumlah kebutuhan, mulai dari sektor imigrasi, komunikasi, hukum, ketenagakerjaan hingga kepabeanan.
Keterlibatan lintas kementerian tersebut diperlukan agar penyelenggaraan turnamen dapat berlangsung aman, tertib, dan memenuhi standar yang ditetapkan FIFA.
Dengan Jakarta dan Bandung sebagai pusat penyelenggaraan, Indonesia berharap FIFA ASEAN 2026 dapat menjadi ajang olahraga internasional yang sukses sekaligus memberikan dampak positif terhadap ekosistem sepak bola nasional.
Penyelenggaraan turnamen ini juga diharapkan tidak berhenti sebagai agenda kompetisi semata.
Pengalaman menjadi tuan rumah diharapkan dapat memperkuat kesiapan Indonesia dalam menggelar ajang internasional sekaligus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan sepak bola nasional di masa mendatang.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]