WAHANANEWS.CO, Jakarta - Inter Milan memastikan langkah ke babak semifinal Coppa Italia setelah menaklukkan Torino dengan skor 2-1 pada laga perempat final yang digelar di U-Power Stadium, Monza, Kamis, 5 Februari 2026.
Kemenangan ini diraih berkat gol yang dicetak Bonny dan Diouf, yang mengantarkan Nerazzurri melaju ke fase empat besar kompetisi.
Baca Juga:
Inter Kuasai Unipol Domus, Esposito Catat Gol Perdana Serie A
Inter tampil dominan sejak awal pertandingan dan membuka keunggulan pada penghujung babak pertama.
Bonny sukses mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan tajam setelah memanfaatkan umpan matang dari Kamate.
Laga tersebut menjadi debut penuh bagi Kamate bersama tim utama, yang langsung berkontribusi lewat assist krusial.
Baca Juga:
Optimisme Igor Tudor, Fokus Maksimal Juventus Hadapi Inter di Liga Italia
Memasuki babak kedua, Inter kembali menekan pertahanan Torino.
Hasilnya, Diouf menggandakan keunggulan usai memanfaatkan rangkaian permainan apik yang dibangun Thuram.
Gol kedua tersebut membuat Inter semakin percaya diri dalam mengendalikan jalannya laga.
Tertinggal dua gol, Torino meningkatkan intensitas serangan dan bermain lebih agresif.
Upaya mereka membuahkan hasil ketika Kulenovic berhasil memperkecil ketertinggalan, sekaligus membuka kembali peluang bagi tim tamu.
Di sisa waktu pertandingan, Inter Milan tampil disiplin dan mampu mengontrol tempo permainan dengan baik.
Torino sempat menyamakan kedudukan melalui gol Prati, namun gol tersebut dianulir wasit karena posisi offside.
Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Inter tetap bertahan.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengaku puas dengan penampilan dan energi yang ditunjukkan anak asuhnya sepanjang pertandingan.
Meski mengakui adanya sedikit penurunan performa di akhir laga, Chivu menilai Torino tidak memberikan ancaman yang berarti.
"Saya senang dengan penampilan tim, dengan apa yang ditunjukkan para pemain di lapangan," kata Chivu dilansir laman Inter Milan.
Ia menegaskan yang terpenting adalah hasil dan tujuan tercapai.
Chivu juga memberikan apresiasi terhadap konsistensi dan kerja keras tim yang mampu menjaga daya saing dalam beberapa musim terakhir.
Meski demikian, ia menyebut masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki agar performa tim semakin solid ke depan.
Menurut Chivu, pemilihan pemain dilakukan berdasarkan tingkat energi tertinggi, dengan mempertimbangkan padatnya jadwal pertandingan pada Januari dan Februari.
Dua pemain U-23, Cocchi dan Kamate, mendapat pujian khusus atas kontribusi dan performa mereka di laga ini.
Lebih lanjut, Chivu menegaskan bahwa fokus utama Inter Milan adalah terus bekerja keras dan bersaing sepanjang musim.
Ia menegaskan tidak khawatir dengan padatnya agenda pertandingan dan justru menikmati ritme kompetisi yang intens.
"Ambisi sangat penting di klub seperti Inter, tetapi itu tidak boleh berubah menjadi obsesi," ujar Chivu.
Tim akan menjalani pertandingan satu per satu dengan energi penuh.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]